Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - KINSHASA. Jumlah kasus terkonfirmasi Ebola di Republik Demokratik Kongo kembali meningkat signifikan.
Pemerintah melaporkan total kasus kini mencapai 782 kasus, setelah terjadi tambahan 72 kasus baru hanya dalam 24 jam, yang menjadi salah satu lonjakan harian terbesar dalam wabah yang sedang berlangsung.
Wabah ini merupakan bagian dari penyebaran Ebola virus disease, yang dikenal memiliki tingkat fatalitas tinggi dan sering menimbulkan dampak serius pada sistem kesehatan di wilayah terdampak.
181 Korban Jiwa Tercatat
Berdasarkan laporan situasi terbaru pemerintah, dari total 782 kasus yang terkonfirmasi, sebanyak 181 orang dilaporkan meninggal dunia.
Angka kematian ini menegaskan bahwa wabah masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat di wilayah timur negara tersebut.
Baca Juga: 38 Kapal Jepang Masih Tertahan, Industri Pelayaran Tunggu Hormuz Benar-Benar Aman
Wabah Masih Terbatas di Tiga Provinsi Timur
Pemerintah menyatakan bahwa wabah Ebola ke-17 di negara itu masih terkonsentrasi di tiga provinsi bagian timur, yaitu:
-
Ituri
-
North Kivu
-
South Kivu
Meskipun masih terbatas secara geografis, penyebaran di dalam provinsi menunjukkan tren peningkatan yang perlu diwaspadai.
Kasus Baru Muncul di Zona Kesehatan Baru
Data terbaru juga mencatat adanya perluasan wilayah terdampak. Untuk pertama kalinya, kasus Ebola terkonfirmasi di:
-
Zona kesehatan Nia-Nia di Ituri
-
Zona kesehatan Mabalako di North Kivu
Penemuan kasus di wilayah baru ini mengindikasikan adanya perluasan transmisi virus ke area yang sebelumnya belum terdampak.
Baca Juga: Laporan Lowy Institute: Ancaman Militer China terhadap Australia Kian Nyata
Penyebaran Meluas di Zona Kesehatan
Saat ini, distribusi kasus menunjukkan penyebaran yang semakin luas di tingkat lokal:
-
Di Ituri: kasus terkonfirmasi di 20 dari 36 zona kesehatan
-
Di North Kivu: 10 dari 34 zona kesehatan terdampak
-
Di South Kivu: 1 zona kesehatan telah melaporkan kasus
Perluasan ini menunjukkan bahwa meskipun masih terbatas pada tiga provinsi, penyebaran di dalam wilayah tersebut cukup intensif.













