kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Lonjakan Kinerja Burberry Berlanjut, Pendapatan Naik Menjadi £455 juta


Jumat, 17 Juli 2026 / 15:35 WIB
Diperbarui Jumat, 17 Juli 2026 / 15:39 WIB
Lonjakan Kinerja Burberry Berlanjut, Pendapatan Naik Menjadi £455 juta
ILUSTRASI. Penjualan Burberry di AS naik 12% dari tahun sebelumnya selama periode April-Juni tahun ini (REUTERS/Toby Melville)


Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - LONDON. Pemulihan kinerja Burberry masih berlanjut di kuartal dua tahun ini. Kinerja perusahaan produsen barang mewah ini melesat berkat penjualan yang kuat di Amerika Serikat (AS) dan China, di saat kinerja di Eropa tertekan.

Reuters memberitakan, mengutip publikasi resmi Burberry, Jumat (17/7/2026), penjualan Burberry di AS naik 12% dari tahun sebelumnya selama periode April-Juni tahun ini, berkat pelanggan baru. Pembeli Gen Z juga membantu meningkatkan penjualan di China sebesar 9%.

Pendapatan kuartal pertama Burberry, yang biasanya merupakan yang terkecil dalam setahun, naik menjadi £455 juta, sekitar Rp 10,97 triliun, dari £433 juta tahun sebelumnya.

Baca Juga: Investor Asing Borong Obligasi Asia US$ 11,51 Miliar, Indonesia Jadi Favorit

Kenaikan kinerja ini juga berkat strategi CEO Burberry Joshua Schulman, yang mulai jadi nakhoda sejak dua tahun silam. Schulman fokus pada dua pasar yang harus dimenangkan, yakni AS dan China.

Alasannya, di kedua negara tersebut muncul banyak orang kaya baru berkat booming akal imitasi (AI). Burberry bisa dibilang berhasil.

“Kami menarik beragam pelanggan mewah di berbagai kategori produk, saluran, dan wilayah geografis, yang memperkuat keyakinan saya pada peluang di masa depan,” kata Schulman dalam pernyataan resmi, Jumat (17/7), seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: AS Perketat Aturan Visa, China Ancam Ambil Langkah Balasan

Secara keseluruhan, penjualan rerata per toko di periode April-Juni, yang merupakan kuartal pertama tahun fiskal ini bagi Burberry, tumbuh 5%. Sementara penjualan di wilayah Eropa dan Timur Tengah turun 3%.

Burberry berstrategi fokus pada produk inti seperti mantel panjang, jaket, dan syal. Schulman juga mencoba memperluas kehadiran merek tersebut di pakaian musim semi dan musim panas, serta meluncurkan koleksi pakaian renang.




TERBARU

[X]
×