CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.015,18   6,97   0.69%
  • EMAS984.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -1.86%
  • RD.CAMPURAN -0.70%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Macron Janjikan Perbaikan Ekonomi hingga Perluasan Lapangan Kerja Jelang Pemilu


Senin, 17 Januari 2022 / 11:28 WIB
Macron Janjikan Perbaikan Ekonomi hingga Perluasan Lapangan Kerja Jelang Pemilu
ILUSTRASI. Presiden Prancis Emmanuel Macron.


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - PARIS. Presiden Prancis Emmanuel Macron akan mengumumkan 21 proyek investasi asing baru di Prancis, sekaligus menyampaikan sejumlah keberhasilannya di sektor ekonomi. Ini tampaknya merupakan langkah awal Macron jela pemilu yang akan dilaksanakan tiga bulan lagi.

Dilansir dari Reuters, kantor kepresidenan Macron pada hari Senin (17/1) menyatakan bahwa sang presiden akan mengumumkan proyek industri senilai 300 juta euro oleh perusahaan kimia asal Jerman BASF.

Proyek besar yang dipimpin BASF ini merupakan salah satu dari 21 proyek baru dengan nilai mencapai 4 miliar euro. Melalui program ini, Macron menjanjikan dibukanya hingga 10.000 lapangan pekerjaan baru yang akan mendorong perbaikan ekonomi pascapandemi.

"Ini adalah hasil dari semua reformasi yang dilakukan sejak awal jabatan. Tiga bulan sebelum pemilu, kita bisa mengharapkan investor untuk menunggu dan melihat karena ketidakpastian pemilu," kata Macron, seperti disampaikan kantor kepresidenan.

Lebih lanjut, Macron yakin bahwa investor asing kini telah menaruh kepercayaan yang sangat tinggi terhadap kebijakan ekonomi yang dijalankan sejauh ini.

Baca Juga: Kekayaan 10 Orang Terkaya di Dunia Berlipat Ganda Selama Pandemi Covid-19

Di tengah memanasnya persaingan menuju kursi presiden, para pendukung terdekat Macron berupaya mengalihkan fokusnya dari persoalan imigrasi, hukum, dan keamanan, ke urusan ekonomi. Ekonomi Prancis yang mulai pulih pasca diterpa pandemi dianggap akan menjadi senjata yang penting bagi Macron.

Sejak menjabat sebagai presiden pada 2017 lalu, Macron memang memfokuskan dirinya untuk mendorong reformasi ekonomi, terutama sisi pasokan, yang dimaksudkan untuk meningkatkan daya saing bisnis, memotong pajak pada investor, dan melonggarkan aturan pasar tenaga kerja yang ketat.

Sayangnya, banyak kritikus yang merasa kebijakan Macron terlalu condong kepada orang-orang kaya. Sejumlah kebijakannya juga berujung pada pemotongan tunjangan kesejahteraan bagi kelompok penduduk miskin.

Menjelang pemilu bulan April, indikator menunjukkan ekonomi Prancis sedang melesat. Dikutip dari Reuters, pertumbuhan ekonomi Prancis diperkirakan mencapai 6,7% pada tahun 2021. Berkat catatan itu, Prancis dianggap mulai mendekati level pra-pandemi, bahkan lebih baik dari mitranya di G7.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Planner Development Program Supply Chain Management on Distribution Planning (SCMDP)

[X]
×