kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.125   38,00   0,21%
  • IDX 6.038   113,48   1,92%
  • KOMPAS100 788   17,25   2,24%
  • LQ45 602   13,12   2,23%
  • ISSI 207   3,32   1,63%
  • IDX30 341   7,10   2,13%
  • IDXHIDIV20 423   9,63   2,33%
  • IDX80 90   2,01   2,29%
  • IDXV30 114   2,10   1,87%
  • IDXQ30 109   1,94   1,81%

Malaysia Ambil Langkah Antisipasi Krisis Energi Akibat Perang Iran, Apa Saja?


Selasa, 07 April 2026 / 17:59 WIB
Diperbarui Selasa, 07 April 2026 / 18:09 WIB
Malaysia Ambil Langkah Antisipasi Krisis Energi Akibat Perang Iran, Apa Saja?
ILUSTRASI. Ekonomi Malaysia (REUTERS/Hasnoor Hussain)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pemerintah Malaysia mengumumkan sejumlah langkah untuk mengatasi gangguan pasokan energi yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah, dengan peringatan bahwa persediaan energi negara itu hanya cukup hingga akhir Mei.

"Meski pemerintah menjamin pasokan stabil untuk April dan Mei, tantangan terbesar adalah bagaimana memenuhi kebutuhan energi mulai Juni nanti," kata Menteri Ekonomi Akmal Nasir dalam pengumuman yang disiarkan televisi dilansir dari Reuters pada Selasa (7/4/2026).

Baca Juga: Trump Manfaatkan Misi Penyelamatan Pilot untuk Ubah Narasi Perang Iran

Beberapa langkah yang diumumkan antara lain:

  • Dukungan bank sentral bagi perusahaan yang terdampak kekurangan bahan bakar, seiring upaya pemerintah dan Petronas untuk mendiversifikasi sumber energi, memperkuat kerja sama dengan negara perdagangan, dan mengamankan pasokan produksi.
  • Pemanfaatan data untuk lebih baik dalam mengidentifikasi, mendeteksi, dan merespons tekanan pada sektor yang paling terdampak konflik.
  • Jalur akses khusus untuk menangani kekurangan obat-obatan kritis dan peralatan medis.

Sebelumnya, Federation of Malaysian Manufacturers (FMM), yang mewakili lebih dari 13.000 perusahaan, menyatakan bahwa kekurangan bahan baku, lonjakan biaya logistik, dan pasokan solar yang menipis mengancam produksi di sektor makanan, barang rumah tangga, kemasan, kimia, dan produk konsumen.

Baca Juga: Pasar Global Berfluktuasi, Harga Minyak Tembus US$110 di Tengah Ancaman Eskalasi Iran

Menurut survei industri FMM:

  • Lebih dari dua pertiga responden memperkirakan kekurangan bahan baku dalam empat minggu ke depan.
  • 8% perusahaan hanya memiliki stok bahan penting kurang dari dua minggu.
  • Hampir setengah responden mengurangi produksi atau menangguhkan lini produk, sementara 51,8% mengalami keterlambatan pengiriman.

Langkah-langkah ini menunjukkan upaya Malaysia untuk menjaga stabilitas pasokan energi dan produksi industri di tengah ketidakpastian global.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×