Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.493
  • SUN94,17 -0,23%
  • EMAS659.000 0,61%

Mantan trader yang bikin UBS rugi US$ 2,3 miliar akhirnya dideportasi ke Ghana

Kamis, 15 November 2018 / 20:32 WIB

Mantan trader yang bikin UBS rugi US$ 2,3 miliar akhirnya dideportasi ke Ghana
ILUSTRASI. Logo UBS

KONTAN.CO.ID - LONDON. Kweku Adoboli, mantan trader UBS yang dipenjara atas kasus transaksi tanpa otorisasi terbesar di Inggris, dideportasi ke Ghana. Kasus yang muncul tahun 2011 ini menyebabkan kerugian US$ 2,3 miliar pada bank asal Swis ini.

Jurubicara Adoboli mengatakan, pria berumur 38 tahun ini menggunakan penerbangan komersial dari Bandara Heathrow pada hari Selasa pekan ini. Sebelumnya, dia ditahan di Skotlandia.


Kasus Adoboli merupakan kasus yang terpapar besar di media global ketika dia ditahan pada tahun 2011 dan diadili setahun kemudian atas kerugian besar yang terjadi pada UBS. Ketika itu, dia bertransaksi jauh melebihi batas risiko yang diperbolehkan. Adoboli menjalankan transaksi seolah-olah sudah dengan memasang lindung nilai. Caranya, dia menjalankan transaksi fiktif dengan posisi sebaliknya.

Pria warga negara Ghana ini tinggal di Inggris sejak berusia 12 tahun. Dia dibebaskan dari penjara dengan masa percobaan pada tahun 2015 setelah menjalani setengah dari masa hukumannya total tujuh tahun.

Jurubicara kementerian dalam negeri menolak berkomentar atas kasus Adoboli ini. Tapi, dia mengatakan, "Seluruh warga negara asing yang dijatuhi hukuman tahanan akan dipertimbangkan untuk dideportasi," ungkap jurubicara tersebut kepada Reuters.

Adoboli selama ini tinggal di Skotlandia bersama dua anak permandian dan orang tua mereka. Adoboli pun mendapatkan dukungan dari penduduk setempat dan anggota parlemen atas upayanya untuk tetap tinggal.

Lahir di Ghana tahun 1980, Adoboli pindah ke Yerusalem dengan keluarganya pada tahun 1984 ketika ayahnya, pejabat PBB ditempatkan di kota ini. Keluarga ini lalu pindah ke Suriah. Adoboli tidak pernah lagi tinggal di Ghana setelah itu, selain ketika sesaat keluarga Adoboli harus meninggalkan Damaskus akibat Perang Teluk.

Pada tahun 1992, dia dikirim untuk bersekolah di sekolah asrama Quaker di Yorkshire, Inggris utara. Sejak saat itu, dia tinggal di Inggris.

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati
Editor: Wahyu Rahmawati

Video Pilihan

Tag
TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0009 || diagnostic_api_kanan = 0.0619 || diagnostic_web = 0.3552

Close [X]
×