kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Maskapai penerbangan Asia ramai-ramai pesan pesawat


Senin, 06 September 2010 / 15:06 WIB
Maskapai penerbangan Asia ramai-ramai pesan pesawat


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SYDNEY. Industri maskapai penerbangan dunia bakal bersinar terang dalam beberapa tahun ke depan. Pertumbuhan industri ini bakal dipimpin oleh kawasan Asia.

Asal tahu saja, beberapa maskapai penerbangan besar seperti Cathay Pacific Airways, Qantas Airways, dan Emirate Airline saat ini tengah menunggu pengantaran sekitar 400 pesawat baru. Langkah ini diambil pihak maskapai seiring dengan kian naiknya tingkat kemakmuran di kawasan tersebut.

Sejumlah produsen pesawat terbang mengakui hal ini. Boeing Co memprediksikan, maskapai Asia akan menjadi pembeli terbesar pesawat buatannya seiring dengan melonjaknya bisnis perjalanan di China dan India. Warga kelas menengah di kedua negara itu jika dikombinasikan mencapai 1,1 miliar jiwa.

Sementara itu, Airbus SAS mengaku, maskapai penerbangan Asia akan membeli sekitar 8.000 pesawat dengan nilai US$ 1 triliun dalam 20 tahun ke depan.

Tingginya pemesanan pesawat berarti bertambahnya lapangan kerja bagi pilot. Berdasarkan data International Civil Aviation Organization di Montreal, maskapai penerbangan seluruh dunia saat ini membutuhkan sebanyak 49.900 pilot per tahun mulai dari 2010 hingga 2030 seiring dengan berkembangnya bisnis maskapai.

"Ini akan menjadi isu uatama dan akan menjadi tantangan besar bagi pertumbuhan industri penerbangan. Meskipun maskapai sudah merekrut pilot, sang pilot harus dibayar mahal karena banyaknya lapangan pekerjaan," jelas Binit Somaia, analis Centre for Asia Pacific Aviation.




TERBARU

[X]
×