kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.536   6,00   0,03%
  • IDX 6.746   -113,20   -1,65%
  • KOMPAS100 898   -17,64   -1,93%
  • LQ45 660   -9,74   -1,45%
  • ISSI 244   -4,01   -1,62%
  • IDX30 373   -4,01   -1,06%
  • IDXHIDIV20 456   -5,07   -1,10%
  • IDX80 102   -1,66   -1,60%
  • IDXV30 130   -1,92   -1,46%
  • IDXQ30 119   -1,05   -0,87%

Mata Uang Asia Bergerak Tipis di Awal Perdagangan Kamis (9/10) Pagi


Kamis, 09 Oktober 2025 / 09:24 WIB
Mata Uang Asia Bergerak Tipis di Awal Perdagangan Kamis (9/10) Pagi
ILUSTRASI. FILE PHOTO: U.S. Dollar and Japan Yen notes are seen in this June 22, 2017 illustration photo. REUTERS/Thomas White/Illustration/File Photo


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Mata uang Asia bergerak datar pada awal perdagangan Kamis (9/10/2025) seiring minimnya sentimen baru di pasar keuangan global.

Sebagian besar mata uang kawasan mencatat pergerakan terbatas terhadap dolar AS.

Berdasarkan data Reuters pukul 09.03 WIB, yen Jepang menguat tipis 0,10% ke posisi ¥152,52 per dolar AS.

Baca Juga: Rupiah Spot Menguat 0,10% ke Rp 16.556 per Dolar AS pada Kamis (9/10/2025) Pagi

Dolar Singapura juga naik 0,09% menjadi S$1,294 per dolar AS, sementara dolar Taiwan menguat 0,10% ke NT$30,51 per dolar AS.

Sebaliknya, baht Thailand melemah 0,38% ke 32,61 per dolar AS dan yuan China turun 0,17% ke 7,13 per dolar AS. Peso Filipina, rupee India, dan ringgit Malaysia relatif stabil.

Rupiah tercatat menguat tipis 0,33% ke Rp16.500 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya di Rp16.555.

Secara kumulatif sepanjang tahun 2025, beberapa mata uang Asia masih menunjukkan tren penguatan terhadap dolar AS.

Baca Juga: Yen Tumbang, Dolar AS Melaju Kencang Catat Kinerja Mingguan Terbaik Sejak 2024

Dolar Taiwan naik 7,46%, dolar Singapura menguat 5,48%, dan baht Thailand terapresiasi 5,20%.

Namun rupiah dan rupee India masih melemah masing-masing 2,48% dan 3,58% sejak awal tahun.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×