Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Sebagai tindak lanjut, pada 19 Desember 2025, Departemen Kehakiman AS merilis ratusan ribu halaman dokumen sesuai amanat undang-undang tersebut.
Rilis awal ini mencakup sejumlah foto mantan Presiden AS Bill Clinton dan beberapa selebritas lain yang sebelumnya belum pernah dipublikasikan.
Namun, sebagian besar dokumen pada tahap awal tersebut disensor, sehingga memicu kritik dari anggota parlemen lintas partai serta para korban Epstein.
Tahap berikutnya mencakup sekitar 30.000 halaman tambahan, di antaranya memuat penyebutan nama Donald Trump, termasuk klaim bahwa ia pernah terbang menggunakan pesawat Epstein pada era 1990-an.
Rilis terbesar Januari 2026
Pada Jumat (30/1/2026), Departemen Kehakiman AS kembali merilis jutaan berkas baru terkait Epstein. Pengungkapan ini dilakukan enam minggu setelah tenggat waktu yang ditetapkan undang-undang terlewati.
“Rilis hari ini menandai berakhirnya proses identifikasi dan peninjauan dokumen yang sangat komprehensif untuk memastikan transparansi kepada rakyat Amerika dan kepatuhan terhadap hukum,” ujar Wakil Jaksa Agung AS, Todd Blanche.
Berkas-berkas ini memuat berbagai informasi sensitif, termasuk detail masa Epstein di penjara, laporan psikologis, catatan terkait kematiannya, serta dokumen investigasi terhadap Ghislaine Maxwell, yang telah divonis bersalah karena membantu Epstein memperdagangkan gadis-gadis di bawah umur.
Selain itu, arsip tersebut juga mencakup korespondensi email antara Epstein dan sejumlah tokoh penting dunia. Nama Presiden Donald Trump, pendiri Microsoft Bill Gates, Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick, hingga miliarder Inggris Richard Branson tercantum dalam dokumen-dokumen tersebut.
Sebagian besar arsip berasal dari lebih dari satu dekade lalu dan menggambarkan luasnya jaringan sosial Epstein, bahkan ketika ia tengah menghadapi berbagai persoalan hukum.
Tonton: Nama Pejabat dan Pengusaha Indonesia Muncul di Dokumen Epstein
Epstein pernah dijatuhi hukuman pada 2008 di Florida setelah mengaku bersalah atas tuduhan meminta hubungan seksual dari seorang gadis berusia 14 tahun melalui sebuah kesepakatan hukum yang menuai kontroversi.
Epstein meninggal dunia pada 2019 saat ditahan atas tuduhan perdagangan seks.
Artikel ini sudah tayang di Kompas.com berjudul "Indonesia Disebut 902 Kali dalam Dokumen Epstein, terkait Apa Saja?"













