kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.059   59,00   0,33%
  • IDX 5.749   -191,94   -3,23%
  • KOMPAS100 760   -25,75   -3,28%
  • LQ45 572   -16,53   -2,81%
  • ISSI 200   -6,45   -3,13%
  • IDX30 325   -9,13   -2,73%
  • IDXHIDIV20 404   -8,61   -2,09%
  • IDX80 86   -2,90   -3,27%
  • IDXV30 110   -3,10   -2,74%
  • IDXQ30 105   -2,62   -2,43%

Menlu China: Kami Mendukung Iran dalam Mempertahankan Keamanan Nasionalnya


Senin, 12 Agustus 2024 / 10:25 WIB
ILUSTRASI. Menteri Luar Negeri China Wang Yi mendengarkan konferensi pers bersama setelah pertemuan bilateral di Jakarta, Indonesia, 18 April 2024.


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, memastikan bahwa negaranya mendukung Iran dalam mempertahankan, keamanan, serta martabat bangsanya.

Pernyataan Wang tersebut disampaikan langsung kepada sejawatnya di Iran, Ali Bagheri Kani, melalui panggilan telepon pada hari Minggu (11/8).

Kementerian Luar Negeri China dalam pernyataannya menyampaikan, Wang mengecam pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Teheran pada tanggal 31 Juli.

Wang juga mengatakan bahwa serangan tersebut telah melanggar kedaulatan Iran dan mengancam stabilitas regional.

Baca Juga: Pemimpin Baru Hamas, Yahya Sinwar, Masuk Daftar Buronan Israel

"China mendukung Iran dalam mempertahankan kedaulatan, keamanan, dan martabat nasionalnya sesuai dengan hukum, serta upayanya menjaga perdamaian dan stabilitas regional, dan siap menjaga komunikasi yang erat dengan Iran," kata Wang, dikutip Reuters.

Iran dan Hamas menuduh Israel melakukan serangan yang menewaskan Haniyeh. Sementara itu, Israel masih belum mengakui tapi juga tidak memberikan penyangkalan atas insiden tersebut.

Situasi ini memicu kekhawatiran bahwa perang antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza akan berubah menjadi perang Timur Tengah yang lebih luas.

Baca Juga: Menhan AS Titahkan Pengerahan Kapal Selam Berpeluru Kendali ke Timur Tengah

Tensi semakin tinggi setelah pekan lalu Pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, mengatakan bahwa serangan terhadap Israel sedang dipersiapkan dari tiga negara sekaligus, yaitu Iran, Yaman dan Lebanon. 

"Itu pasti akan dilaksanakan. Respons bersama kita akan kuat, sensitif dan efektif. Kami tidak menginginkan eskalasi militer. Itu adalah keputusan Israel. Itu adalah pilihan mereka," kata Nasrallah, dikutip TASS.

Situasi diprediksi akan menjadi semakin rumit setelah Amerika Serikat mengumumkan pengerahan kapal selam berpeluru kendali ke Timur Tengah. 

Pengerahan yang dikonfirmasi oleh Pentagon pada hari Minggu itu sekaligus menegaskan kembali komitmen AS untuk untuk membela Israel.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×