kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.125   38,00   0,21%
  • IDX 6.038   113,48   1,92%
  • KOMPAS100 788   17,25   2,24%
  • LQ45 602   13,12   2,23%
  • ISSI 207   3,32   1,63%
  • IDX30 341   7,10   2,13%
  • IDXHIDIV20 423   9,63   2,33%
  • IDX80 90   2,01   2,29%
  • IDXV30 114   2,10   1,87%
  • IDXQ30 109   1,94   1,81%

Menteri Perdagangan India Mengklaim Perundingan Dagang AS-India Berjalan Lancar


Senin, 13 Juli 2026 / 20:30 WIB
Menteri Perdagangan India Mengklaim Perundingan Dagang AS-India Berjalan Lancar
ILUSTRASI. India menyatakan pembicaraan perdagangan antara India dan AS berjalan lancar. (Eduardo Munoz/REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. India menyatakan pembicaraan perdagangan antara India dan AS berjalan lancar dan New Delhi tidak melihat tantangan apa pun dalam menyelesaikan kesepakatan dengan sukses.

"Kerangka kesepakatan sudah siap. Kapan pun waktunya tepat, kesepakatan itu akan ditandatangani," kata Menteri Perdagangan Rajesh Agrawal dalam konferensi pers, Senin (13/7/2026) seperti dilansir Reuters.

Pada bulan Februari, kedua pihak sepakat untuk mengenakan tarif 18% pada barang-barang India sebagai imbalan atas penurunan hambatan perdagangan oleh New Delhi dan pembelian lebih banyak barang Amerika.

Baca Juga: Trump Klaim AS Bisa Ambil Alih Selat Hormuz, Minta Bayaran Pengamanan  

Namun, kesepakatan akhir telah dibayangi oleh putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan tarif global besar-besaran Presiden Donald Trump.

"Kami siap untuk menandatangani, tetapi kesepakatan adalah tentang keunggulan komparatif. Preferensi ini dibandingkan dengan beberapa pesaing dan negara," kata Agrawal.

Ia menambahkan bahwa keunggulan tersebut sedang distrukturkan.

Setelah perintah pengadilan, sebagian besar barang dari India saat ini menghadapi tarif 10% dari AS, seperti kebanyakan negara. Pemerintahan Trump diperkirakan akan memperkenalkan tarif yang lebih tinggi bulan ini melalui penyelidikan terhadap kelebihan kapasitas industri.

Baca Juga: Intel Gelontorkan Investasi Modal €5 Miliar di Irlandia, Dorong Kapasitas Produksi

Washington telah mengusulkan tarif baru hingga 12,5% pada puluhan negara, termasuk India, atas tuduhan bahwa mereka gagal mengekang perdagangan barang yang diproduksi dengan kerja paksa.

"Tidak ada hal negatif, tidak ada perbedaan antara India dan AS," kata Agrawal.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×