kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Meski ada wabah corona, China terus lahirkan miliarder baru


Jumat, 24 Juli 2020 / 16:34 WIB
Meski ada wabah corona, China terus lahirkan miliarder baru
ILUSTRASI. Uang yuan China. China terus lahiran miliarder baru dari hasil IPO. REUTERS/Thomas White/Illustration/File Photo GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD


Reporter: Ferrika Sari | Editor: Tendi Mahadi

Analisis bank dari tahun sebelumnya menunjukkan bahwa negara terpadat di dunia ini mencetak dua miliarder baru setiap minggu dari sektor publik dan swasta pada tahun 2017.

Jumlah miliarder China di antara 500 orang terkaya di dunia telah meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 68 sejak awal 2017, dengan kekayaan bersih gabungan mereka naik tiga kali lipat menjadi US$ 849 miliar, menurut indeks Bloomberg.

Baca Juga: Sungai Mekong, arena konflik baru AS dengan China

"IPO yang sukses adalah proses untuk menambah nilai bagi saham perusahaan karena orang cenderung memberikan premi untuk aset likuid dan melepaskan kekayaan tersembunyi para miliarder," kata Ho.

China telah meningkatkan upaya untuk membuka pasar modal dan membuatnya lebih mudah untuk berdagang saham, termasuk langkah-langkah untuk mempercepat IPO. Di pasar saham Shanghai, perusahaan rata-rata mengambil 288 hari untuk go public, dibandingkan dengan 754 hari di tempat lain di bursa China.

Itu kemungkinan akan membuat daftar miliarder terus berkembang, bahkan di tengah kekhawatiran bahwa pasar saham terlalu tertekan.

Baca Juga: Kurangi risiko pandemi corona, Vietnam melarang perdagangan satwa liar

"Kami berharap kekayaan miliarder di China terus tumbuh. Elemen kunci yang mendorong pertumbuhan miliarder adalah gangguan terus-menerus pada model bisnis dan pasar domestik yang besar," kata mitra dan kepala konsultasi manajemen kekayaan di PwC Swiss Marcel Tschanz.


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×