kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.789   55,00   0,31%
  • IDX 6.221   -34,23   -0,55%
  • KOMPAS100 825   -6,05   -0,73%
  • LQ45 625   0,55   0,09%
  • ISSI 212   -0,83   -0,39%
  • IDX30 355   0,75   0,21%
  • IDXHIDIV20 436   1,25   0,29%
  • IDX80 94   -0,15   -0,16%
  • IDXV30 116   -0,32   -0,28%
  • IDXQ30 114   0,59   0,52%

Meski Tergelincir ke Bawah US$ 1.700, Harga Emas Menguat di Pekan Ini


Sabtu, 08 Oktober 2022 / 13:05 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga emas kembali tergelincir ke bawah US$ 1.700 per ons troi di perdagangan terakhir pekan ini. Sentimen negatif datang setelah laporan pekerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih baik dari perkiraan memperkuat ekspektasi Federal Reserve akan menerapkan kenaikan suku bunga yang curam.

Namun, harga emas masih menunjukkan penguatan dalam sepekan terakhir.

Jumat (7/10), harga emas spot ditutup anjlok 1,03% ke US$ 1.694,82 per ons troi. Namun, harga emas masih menguat 2,06% dalam sepekan.

Sementara itu, harga emas berjangka untuk kontrak pengiriman Desember 2022 ditutup melemah 0,7% ke US$ 1.709,30 per ons troi.

"Pasar melihat laporan penggajian yang lebih kuat dari perkiraan sebagai dorongan lebih lanjut bagi The Fed untuk menaikkan lagi 75 bps pada pertemuan awal November," kata Tai Wong, Senior Trader di Heraeus Precious Metals di New York.

"Jika emas batangan tidak menahan support di US$ 1.690, itu bisa menguji ulang level US$ 1.660. Pasar sekarang akan fokus pada data inflasi utama minggu depan, serta risalah Fed," lanjut Wong.

Baca Juga: Harga Emas Spot Stabil, Tapi Menuju Minggu Terbaik Sejak Maret

Data menunjukkan pengusaha AS mempekerjakan lebih banyak pekerja dari yang diharapkan pada bulan September, sementara tingkat pengangguran turun menjadi 3,5%.

Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga AS, karena hal ini meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil, sambil meningkatkan dolar, di mana emas dihargai.

Mengikuti data, dolar AS menguat terhadap para pesaingnya, dan membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Imbal hasil US Treasury tenor acuan 10 tahun juga naik.

"Pedagang emas sekali lagi memutuskan untuk lebih fokus pada kebijakan The Fed dan mengurangi geopolitik yang mungkin mendorong beberapa permintaan safe-haven," kata Jim Wyckoff, Analis Senior di Kitco Metals.

Sementara itu, harga emas fisik turun di India pada minggu ini karena kenaikan harga lokal di tengah penurunan rupee mengurangi permintaan, dengan harga yang lebih tinggi memainkan spoilsport di hub Asia lainnya juga.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×