kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Miliarder Terkaya di Asia Minta Bantuan India untuk Selamatkan Kerajaannya


Rabu, 01 Februari 2023 / 09:31 WIB
ILUSTRASI. Gautam Adani menghadapi tuduhan penipuan serius, pencucian uang, dan manipulasi harga yang mengancam akan merenggut kekayaannya. REUTERS/Amit Dave


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Miliarder Gautam Adani tengah pusing tujuh keliling.

Sejak 24 Januari, orang terkaya di Asia ini menghadapi tuduhan penipuan serius, pencucian uang, dan manipulasi harga yang mengancam akan merenggut sebagian besar kekayaannya.

Perusahaan investasi New York Hindenburg Research telah meluncurkan serangan terhadap salah satu konglomerat India terbesar.

"Kami telah menemukan bukti penipuan akuntansi, manipulasi saham, dan pencucian uang di Adani, yang terjadi selama beberapa dekade," tulis Hindenburg dalam laporan yang diterbitkan pada 24 Januari seperti yang dikutip dari The Street.

Dijelaskan pula, "Adani telah melakukan prestasi besar ini dengan bantuan para pendukung di pemerintahan dan industri rumahan dari perusahaan internasional yang memfasilitasi kegiatan ini."

Laporan itu menggambarkan keterkaitan besar perusahaan cangkang yang berbasis di sejumlah wilayah suaka pajak, seperti Karibia, Mauritius, dan Uni Emirat Arab, yang dikendalikan oleh keluarga Adani.

Hindenburg Research mengklaim bahwa perusahaan Adani telah menggunakan perusahaan cangkang di suaka pajak untuk meningkatkan pendapatannya dan memanipulasi harga pasar saham dari berbagai entitasnya. 

Baca Juga: Kekayaan Orang Terkaya Asia Gautam Adani Menguap Rp 508 Triliun Hanya Dalam 3 Hari

Tuduhan ini muncul bertepatan dengan upaya kerajaan Adani untuk menggalang dana segar dari masyarakat umum dan investor institusi asing senilai US$ 2,5 miliar atau setara dengan Rp 37,5 triliun.

Laporan Hindenburg menyebabkan saham-saham yang terafiliasi dengan Adani Group rontok di bursa saham Mumbai. Secara total, kerajaan Adani kehilangan US$ 68 miliar nilai pasar selama tiga sesi pasar saham setelah publikasi laporan Hindenburg.

Menyadari bahwa dua pernyataan pertamanya gagal menghilangkan kekhawatiran pasar dan pertanyaan yang diajukan oleh Hindenburg, Adani, mengeluarkan strategi baru berupa senjata patriotisme.

Baca Juga: Kekayaan Orang Terkaya Asia Ini Anjlok Ratusan Triliun Akibat Isu Penipuan

"Ini bukan hanya serangan yang tidak beralasan terhadap perusahaan tertentu tetapi serangan yang diperhitungkan terhadap India, kemandirian, integritas dan kualitas institusi India, serta kisah pertumbuhan dan ambisi India," kata Adani dalam laporan setebal 413 halaman. 

Menurut perusahaan, laporan tersebut menjawab sebagian besar pertanyaan yang diajukan oleh Hindenburg pada 29 Januari.

Dalam laporan ini, konglomerat tersebut berulang kali mengatakan bahwa Hindenburg tidak mengerti bagaimana institusi India bekerja. Ini menunjukkan bahwa Hindenburg sama sekali tidak memahami India.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×