Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
China mendorong penggunaan model distillation sebagai strategi menghadapi keterbatasan akses terhadap cip AI berteknologi tinggi akibat kebijakan pembatasan ekspor Amerika Serikat.
Pemerintah pusat maupun daerah juga memberikan dukungan terhadap pengembangan AI ringan (lightweight AI) dan edge computing agar model AI dapat dijalankan pada perangkat dengan daya komputasi terbatas, seperti drone, satelit, maupun perangkat lapangan lainnya.
Peneliti dari Army Engineering University China dalam makalah yang diterbitkan Januari lalu bahkan memperingatkan bahwa model distillation juga dapat menjadi ancaman keamanan.
Baca Juga: Kekuatan Militer China Bangkit, Pentagon Desak Sekutu Tingkatkan Anggaran Pertahanan
Mereka mengkaji metode data-free distillation, yakni teknik untuk merekayasa balik kemampuan sebuah model AI tanpa harus memperoleh akses ke parameter intinya, sekaligus mengusulkan mekanisme perlindungan guna menyembunyikan informasi logis yang dapat diekstraksi dari keluaran model.
Di sisi lain, Trevor Koverko, pendiri perusahaan data AI Sapien, menilai model hasil distilasi tetap tidak mampu menyamai kemampuan model AI yang menjadi sumber pelatihannya.
Menurut dia, model distillation lebih tepat dipahami sebagai cara memindahkan kemampuan tertentu ke sistem yang lebih murah dan dapat dikendalikan secara lokal, bukan sebagai jalan untuk sepenuhnya menyamai kecerdasan model AI paling canggih













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
