Sumber: Business Insider | Editor: Noverius Laoli
Selain T-14, Rusia juga belum mengerahkan jet tempur generasi kelima Su-57. Jet ini dirancang untuk menghadapi pertahanan udara canggih, namun hingga kini penggunaan Su-57 terbatas di wilayah Rusia dan untuk meluncurkan rudal jarak jauh ke Ukraina.
Kementerian Pertahanan Inggris menilai Rusia sengaja membatasi penggunaannya untuk menghindari kerusakan reputasi, mengamankan teknologi sensitif, dan menjaga prospek ekspor.
Spekulasi juga muncul mengenai kemampuan stealth dan tempur Su-57. Seorang mantan perwira Angkatan Udara Inggris menyatakan bahwa Rusia kemungkinan menyimpan jet ini untuk kemungkinan konflik dengan NATO.
Baca Juga: Rusia Gempur Ukraina dengan 597 Drone dan 26 Rudal, Zelenskiy Minta Bantuan Barat!
Maguire menegaskan, meski banyak peralatan canggih Rusia tidak digunakan, Inggris yakin mereka mampu menghadapi jika peralatan itu diterjunkan.
Beberapa sistem baru Rusia yang muncul di medan perang, seperti kendaraan lapis baja BMPT “Terminator”, rudal Kinzhal, dan sistem pertahanan udara S-400, ternyata tidak tampil sesuai harapan.
Secara umum, kinerja militer Rusia dianggap mengecewakan dibanding ekspektasi Barat, termasuk kegagalannya menaklukkan Ukraina dengan cepat.
Namun, NATO juga mencatat bahwa militer Rusia belajar dari konflik ini, sehingga tetap menjadi ancaman yang diawasi secara ketat.












