Sumber: Business Insider | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - LONDON. Militer Inggris mengaku terkejut karena belum melihat banyak peralatan perang paling canggih Rusia, termasuk tank T-14, digunakan di medan perang Ukraina.
Mayor Maguire dari Angkatan Darat Inggris mengatakan, pihaknya sebenarnya mengharapkan lebih banyak peralatan prestisius mereka muncul.
Maguire, yang sebelumnya memimpin pelatihan tentara Ukraina atas nama Inggris dan membuat laporan taktik untuk Inggris dan sekutunya, menekankan bahwa peralatan seperti T-14 dianggap sebagai ancaman utama yang menjadi acuan latihan militer Inggris.
T-14 Armata, yang diperkirakan bernilai antara US$ 5 juta hingga US$ 9 juta per unit, dikenal sebagai salah satu tank tercanggih Rusia.
Baca Juga: Zelenskiy Mengklaim Serangan Rusia di Wilayah Ukraina Berhasil Digagalkan
Media Rusia sering mempromosikan tank ini sebagai teknologi “mutakhir” yang mampu menyaingi tank NATO. Namun, tank ini hampir tidak terlihat di pertempuran.
Sergei Chemezov, CEO Rostec yang memproduksi Armata, sebelumnya menyebutkan bahwa tank tersebut mungkin kurang cocok untuk medan perang Ukraina.
Mayor Maguire menambahkan, “Armata memang jauh lebih unggul secara fungsional dibanding tank lain, tapi terlalu mahal sehingga tentara kemungkinan besar tidak menggunakannya saat ini.”
Sebaliknya, Rusia banyak mengandalkan tank T-90, T-80, serta sejumlah peralatan tua yang beberapa berasal dari era 1940-an. Banyak tank lama yang diambil dari gudang penyimpanan, sementara peralatan paling canggih jarang dikerahkan.
Baca Juga: Kim Jong Un Nyatakan Dukung Tanpa Syarat terhadap Rusia dalam Konflik Ukraina
Produksi tank baru juga memakan waktu lama, apalagi dengan dampak sanksi Barat terhadap industri pertahanan Rusia.
Kementerian Pertahanan Inggris sebelumnya menyebut alasan absennya T-14 kemungkinan karena risiko reputasi jika tank prestisius itu rusak atau hilang di medan perang, serta kebutuhan Rusia untuk memproduksi lebih banyak MBT (main battle tank) yang lebih murah dan tersedia dalam jumlah banyak.
Beberapa tank T-14 pertama bahkan ditolak pasukan Rusia karena kondisinya buruk.
Peralatan Canggih Lainnya Tak Terpakai
Selain T-14, Rusia juga belum mengerahkan jet tempur generasi kelima Su-57. Jet ini dirancang untuk menghadapi pertahanan udara canggih, namun hingga kini penggunaan Su-57 terbatas di wilayah Rusia dan untuk meluncurkan rudal jarak jauh ke Ukraina.
Kementerian Pertahanan Inggris menilai Rusia sengaja membatasi penggunaannya untuk menghindari kerusakan reputasi, mengamankan teknologi sensitif, dan menjaga prospek ekspor.
Spekulasi juga muncul mengenai kemampuan stealth dan tempur Su-57. Seorang mantan perwira Angkatan Udara Inggris menyatakan bahwa Rusia kemungkinan menyimpan jet ini untuk kemungkinan konflik dengan NATO.
Baca Juga: Rusia Gempur Ukraina dengan 597 Drone dan 26 Rudal, Zelenskiy Minta Bantuan Barat!
Maguire menegaskan, meski banyak peralatan canggih Rusia tidak digunakan, Inggris yakin mereka mampu menghadapi jika peralatan itu diterjunkan.
Beberapa sistem baru Rusia yang muncul di medan perang, seperti kendaraan lapis baja BMPT “Terminator”, rudal Kinzhal, dan sistem pertahanan udara S-400, ternyata tidak tampil sesuai harapan.
Secara umum, kinerja militer Rusia dianggap mengecewakan dibanding ekspektasi Barat, termasuk kegagalannya menaklukkan Ukraina dengan cepat.
Namun, NATO juga mencatat bahwa militer Rusia belajar dari konflik ini, sehingga tetap menjadi ancaman yang diawasi secara ketat.













