kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Mirip masa Perang Dingin, AS dan China berlomba kirim misi ke Planet Mars


Minggu, 26 Juli 2020 / 14:31 WIB
ILUSTRASI. Planet Mars. Mirip masa Perang Dingin, AS dan China berlomba kirim misi ke Planet Mars.


Sumber: CNN | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Dua tahun setelah manusia terakhir mendaratkan sebuah robot penyelidikan di Mars, Amerika Serikat dan China meluncurkan misi ke planet merah ini dan mendirikan arena baru untuk persaingan mereka yang semakin meningkat.

China Tianwen-1 meluncur sekitar tengah hari Kamis dari Pulau Hainan di selatan negara tersebut, sementara penjelajah Perseverance miliki NASA dijadwalkan akan diluncurkan pada 30 Juli. 

Baca Juga: Jack Ma tersandung masalah hukum di India, ada apa?

Kedua pesawat itu diperkirakan akan mencapai Mars pada Februari 2021.

Perseverance bertujuan untuk menjawab pertanyaan tentang potensi kehidupan di Mars, termasuk mencari tanda-tanda kondisi layak huni di masa lalu planet tersebut dan mencari bukti kehidupan mikroba. 

Penjelajah ini memiliki bor yang dapat digunakan untuk mengumpulkan sampel inti dari batu dan kemudian memilahnya untuk dikumpulkan dan diperiksa oleh misi berikutnya.

Jika berhasil, Perseverance akan menjadi wahana ketujuh NASA yang mendarat di Mars.

Baca Juga: Ilmuwan China: Trump berhutang permintaan maaf kepada kami

Sebelumnya probe Curiosity, yang mendarat di planet Mark pada 2012, masih mengirim kembali data tentang permukaan Mars.

Di sisi lain, Tianwen-1 adalah misi pertama China ke Mars. Probe ini akan mengorbit planet Mark sebelum mendarat di permukaan, dengan harapan bahwa ia dapat mengumpulkan informasi penting tentang tanah Mars, struktur geologi, lingkungan, atmosfer, dan mencari tanda-tanda air.

Dalam makalah mereka, para ilmuwan Tianwen-1 mencatat peluang kolaborasi internasional untuk memajukan pengetahuan tentang Mars ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Sementara itu, perlombaan angkasa tak pernah bisa dilepaskan dari tensi politik di Bumi. Misi awal NASA, khususnya pendaratan manusia bersejarah di Bulan pada tahun 1969 misalnya, didorong oleh persaingan Perang Dingin antara Washington dan Uni Soviet.

Baca Juga: Respons Rusia atas tudingan AS dan Inggris terkait senjata propaganda ruang angkasa

Beijing, sementara itu sangat menyadari potensi prestise yang bisa didapat dengan melampaui AS di luar angkasa. Jika Tianwen-1 berhasil, China memiliki rencana untuk akhirnya mengirim misi berawak ke Mars.

Di bawah Presiden Xi Jinping, China telah menginvestasikan miliaran dolar untuk membangun program luar angkasanya, bahkan ketika negara itu menegaskan pengaruhnya kembali di Bumi secara lebih agresif dan mengejar "peremajaan besar bagi bangsa Cina."




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×