Misi DART Menabrak Asteroid Sebagai Upaya Uji Pertahanan Planet yang Pertama di Dunia

Selasa, 27 September 2022 | 12:46 WIB   Penulis: Arif Budianto
Misi DART Menabrak Asteroid Sebagai Upaya Uji Pertahanan Planet yang Pertama di Dunia

ILUSTRASI. Misi DART Menabrak Asteroid Sebagai Upaya Uji Pertahanan Planet yang Pertama di Dunia


KONTAN.CO.ID - Misi DART menabrak asteroid sukses! Ini menjadi upaya uji pertahanan planet yang pertama di dunia yang telah dilakukan oleh NASA.

NASA lewat misi Double Asteroid Rendezvous Test (DART) baru-baru ini menabrak asteroid kecil yang jaraknya sekitar 11 juta kilometer dari Bumi pada malam 26 September 2022 waktu setempat.

Dikutip dari Space (27/09/2022), ini merupakan upaya NASA sebagai uji pertahanan planet pertama dunia. Tujuannya adalah untuk mengubah orbit asteroid yang dikenal sebagai Dimorphos di sekitar induk asteroidnya yang lebih besar, Didymos.

Dan ini cukup untuk membuktikan bahwa ilmu pengetahuan umat manusia dapat membelokkan asteroid berbahaya jika kedapatan menuju ke arah Bumi.

"Sejauh yang kami tahu, uji pertahanan planet pertama kami berhasil," ujar Elena Adams, seorang insinyur sistem di Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory (JHUAPL) dalam misi DART.

"Saya pikir penduduk Bumi harus tidur lebih nyenyak. Pasti, saya akan," Tambahnya.

Lalu bagaimana kronologi uji pertahanan planet yang menabrak sebuah asteroid ini?

Baca Juga: Bak Film Armageddon, NASA Selasa (27/9) Pagi Coba Belokkan Orbit Asteroid

Skema pesawat ruang angkasa DART menabrak asteroid untuk mengubah orbitnya

Pesawat ruang angkasa DART berukuran seperti mobil golf yang menabrak Dimorphos pada pukul 19:14 EDT saat terbang dengan kecepatan 14.000 meter per jam atau sekitar 22.500 kilometer per jam.

Pesawat ruang angkasa itu tidak besar, tetapi NASA berharap bahwa beratnya yang menacapai 600 kg akan cukup untuk memindahkan Dimorphos yang lebarnya sekitar 163 meter, sedikit lebih cepat di orbitnya di sekitar induknya.

"Pesawat ruang angkasa itu sangat kecil," kata seorang ilmuwan planet yang bernama Nancy Chabot, selaku kepala koordinasi DART di JHUAPL.

Beliau juga mengawasi misi untuk NASA ini sebelum tabrakan terjadi.

"Kadang-kadang, kami menggambarkannya sebagai menjalankan mobil golf ke piramida besar."

Meskipun tepat sasaran, ada perasaan campur aduk di pusat kendali misi DART di JHUAPL saat pesawat ruang angkasa melaju menuju kehancurannya.

Ya, setelah pesawat ruang angkasa DART berhasil menabrakkan dirinya ke asteroid Dimorphos, seketika hancur.

Tidak ada yang salah dalam tabrakan tersebut, jadi para insinyur tidak perlu mencoba salah satu dari 21 rencana darurat yang telah dipersiapkan.

Empat jam terakhir DART diotomisasi, dengan sistem navigasi pesawat ruang angkasa mengunci target Dimorphos pada jam terakhir pendekatannya.

Kamera utama DART memberikan informasi berupa foto ke Bumi setiap detik sampai menjadi hitam saat pesawat tersebut menabrak asteroid.

"Ini menegangkan," kata Andy Cheng, kepala ilmuwan untuk pertahanan planet di JHUAPL.

Saat DART mendekati Dimorphos, penampakan asteroid itu berubah dari titik yang terang misterius menjadi lebih detail yang terlihat seperti bebatuan.

Baca Juga: Mengenal Istilah Near-Earth Object (NEO), Benda Langit yang Berada di Sekitar Bumi

Kemudian, tepat pada waktunya, siaran langsung dari DART menjadi gelap dan pengendali penerbangan di dalam pusat operasi misi DART melompat kegirangan, saling tos dan berpelukan sebagai bentuk perayaan keberhasilan mereka.

DART berhasil menghantam sasaran asteroidnya.

Misi DART adalah demonstrasi pertama dari apa yang disebut NASA sebagai "penabrak kinetik" sebagai upaya untuk pertahanan planet. 

Ini adalah metode dasar untuk melindungi Bumi jika ada asteroid yang berpotensi berbahaya terlihat lima atau 10 tahun dampak prospektif.

Asteroid Didymos dan Dimorphos memang diklasifikasikan sebagai "asteroid yang berpotensi berbahya". Namun, asteroid tersebut tidak menimbulkan ancaman dalam beberapa dekade atau bahkan abad.

Dan pada jarak hanya 7 juta mil, Didymos dan Dimorphos berada pada jarak terdekat mereka dengan Bumi selama 40 tahun ke depan. Dibutuhkan sinyal hanya 38 detik untuk melakukan perjalanan satu arah dari DART ke Bumi, kata NASA.

Perjalanan heroik pesawat ruang angkasa DART menabrak asteroid Dimorphos juga didokumentasikan oleh cubesat (pesawat ruang angkasa kecil) kecil yang disebut LICIACube.

LICIACube mengikuti dan mengamati DART saat menabrak asteroid tersebut. Foto-foto dari cubesat itu seharusnya mencapai Bumi pada hari-hari setelah tumbukan dan mengungkapkan gambar-gambar jarak dekat dari tumbukan dan material apa saja yang terlempar dari Dimorphos.

Bagaimana menurut Anda? Apakah misi DART sebagai uji coba pertahanan planet ini menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan umat manusia sudah siap menghadapi ancaman dari luar di masa yang akan datang?

Editor: Arif Budianto

Terbaru