kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Mobil listrik X Peng mendapat dukungan pemerintah China (3)


Sabtu, 05 Oktober 2019 / 11:00 WIB

Mobil listrik X Peng mendapat dukungan pemerintah China (3)

Dorongan pemerintah China kepada masyarakat untuk beralih dari otomotif berbahan bakar bensin dengan menggunakan otomotif yang lebih ramah lingkungan menjadi keuntungan bagi He Xiaopeng. Ia mendapat banyak dukungan dari situ. Itu sebabnya di saat penjualan mobil berbahan bakar bensin lesu di China, penjualan mobil energi baru seperti miliknya terlihat terus meningkat. Xiopeng malah baru saja menambah 5.000 staf tambahan di pabriknya.

HE Xiaopeng, bos produsen mobil listrik XPeng Motor punya ambisi untuk menjadi yang terbaik di dunia. Tak cuma di negara asalnya China. Ia juga berambisi mengalahkan dominasi Tesla Inc, yang saat ini menjadi penguasa pasar mobil listrik di dunia.

Kaya dari penjualan browser UCWeb ke Alibaba Group dengan nilai hampir US$ 4 miliar, Xiaopeng awalnya menginvestasikan uangnya di sebuah startup listrik pintar yang berbasis di Guangzhou. Kemudian dia memutuskan untuk masuk secara total dan bergabung dengan perusahaan tersebut secara penuh waktu sebagai CEO di 2017.

Berkecimpung di industri otomotif, apalagi berbasis listrik sebenarnya merupakan pertaruhan bagi Xiaopeng. Ia lulus sebagai sarjana ilmu komputer, turut mendirikan UC Web, perusahaan peramban internet terbesar di China, hingga duduk di kursi eksekutif Alibaba Inc. Singkatnya Xiaopeng bukan ahli industri otomotif.

Namun hal tersebut tak jadi hambatan buatnya. Ia menilai kendaraan berbasis listrik justru adalah akumulasi paripurna dari seluruh ilmu komputernya. Mobil listrik membutuhkan perangkat keras (hardware) yang mumpuni, dan perangkat lunak (software) yang baik. Ini prinsipnya.

Makanya sejak mulai serius menggarap XPeng Motors, ia mengajak Xia Heng, lulusan teknik otomotif yang jadi pemrogram Baidu Haike. Keduanya bersama Brian Gu bekas Pimpinan JP Morgan Investment wilayah Asia Pasifik.

Tim yang solid jadi bekal bagi XPeng Motors. Xiaopeng menjelaskan bahwa dibandingkan beberapa pabrikan mobil listrik di China, XPeng Motors punya nilai tambah bahwa mereka adalah perusahaan baru yang memang fokus untuk memproduksi mobil listrik. Kami punya pola pikir yang berbeda dengan kompetitor kami di China. Ini yang membuat XPeng Motors berbeda, katanya.

Hal tersebut bisa jadi benar. Sebab Visi XPeng Motor memang bukan cuma memproduksi mobil listrik dengan mengganti basis bahan bakarnya dari bensin ke baterai. Namun, sistem Mobil Xpeng Motors memang berteknologi tinggi.

Ketika penjualan mobil di China sedang lesu dan pemangkasan lapangan kerja banyak terjadi, Xiaopeng justru mempekerjakan 5.000 staf tambahan. Ini dapat dilihat sebagai langkah yang tidak terduga, meskipun masuk akal dalam kasus Xpeng karena penjualan kendaraan energi baru meningkat dari tahun ke tahun dari 61,7% pada 2018 menjadi 1,26 juta, menurut data dari Asosiasi Produsen Otomotif China.

Pertumbuhan cepat kendaraan energi baru sebagian besar didorong oleh insentif pemerintah untuk mendorong pergeseran dari bahan bakar bensin ke listrik.

Xiaopeng mengaku ia memang terobsesi dengan Musk, khususnya Tesla. Ia diketahui membeli empat seri mobil Tesla. Sejumlah teknisi Tesla bahkan dibajak oleh Xiaopeng untuk bekerja di XPeng Motors. Aksi tersebut bahkan sampai ke ranah hukum. Tesla menuding beberapa pekerjanya yang hijrah ke XPeng Motors membocorkan sejumlah fitur rahasia Tesla seperti autopilot.

Beruntungnya, XPeng Motors terbebas dalam gugatan tesebut. Xiaopeng pun mengaku ia tak tahu menahu soal hal tersebut. Meskipun, ia mengaku punya obesesi terhadap Tesla dan memang mempergunakan sejumlah sistem bebas paten dari Tesla.

Saat ini, diperkirakan XPeng Moor bernilai RMB 25 miliar atau setara US$ 3,6 miliar. Pencapaian ini mungkin belum seberapa jika dibandingkan oleh yang telah diraih Tesla. Namun Xiaopeng mengakui saat ini XPeng Motor sudah melangkah lebih jauh dari Tesla.

(Bersambung)


Reporter: Harian Kontan
Editor: Tri Adi
Video Pilihan


×