Moderna Menggugat Pfizer/BioNTech Atas Pelanggaran Paten Vaksin COVID-19

Jumat, 26 Agustus 2022 | 21:33 WIB Sumber: Reuters
Moderna Menggugat Pfizer/BioNTech Atas Pelanggaran Paten Vaksin COVID-19

ILUSTRASI. Moderna menggugat Pfizer dan mitra BioNTech pada hari Jumat atas pelanggaran paten dalam pengembangan vaksin COVID-19. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Moderna menggugat Pfizer dan mitranya BioNTech pada hari Jumat atas pelanggaran paten dalam pengembangan vaksin COVID-19 pertama yang disetujui di Amerika Serikat, menuduh mereka menyalin teknologi yang dikembangkan Moderna bertahun-tahun sebelum pandemi.

Saham Pfizer turun hampir 1%, sementara saham yang terdaftar di BioNTech A.S. turun sekitar 1,5% pada awal perdagangan pada hari Jumat.

Gugatan, diajukan di Pengadilan Distrik AS di Massachusetts. Dalam rilis berita pada hari Jumat, Moderna mengatakan gugatan akan diajukan juga di Pengadilan Regional Duesseldorf di Jerman.

Baca Juga: WHO: 1 Juta Orang Meninggal Akibat Covid-19 di Tahun 2022

Dihubungi oleh Reuters, juru bicara pengadilan Duesseldorf mengatakan: "Saat ini saya tidak dapat mengkonfirmasi penerimaan klaim semacam itu."

"Kami mengajukan tuntutan hukum ini untuk melindungi platform teknologi mRNA inovatif yang kami rintis, menginvestasikan miliaran dolar dalam pembuatan, dan dipatenkan selama dekade sebelum pandemi COVID-19," kata Kepala Eksekutif Moderna Stephane Bancel dalam rilis berita.

Moderna mengatakan gugatannya tidak dimaksudkan untuk menghentikan orang mendapatkan vaksin.

Moderna Inc sendiri, dan kemitraan Pfizer Inc dan BioNTech SE adalah dua dari kelompok pertama yang mengembangkan vaksin untuk virus corona baru.

Baca Juga: Ikhtiar Perbaiki Sistem Kesehatan Global G20

Pfizer mengatakan bahwa perusahaan belum dilayani dan tidak dapat berkomentar saat ini. BioNTech tidak segera membalas permintaan komentar.

Baru berusia satu dekade, Moderna, yang berbasis di Cambridge, Massachusetts, telah menjadi inovator dalam teknologi vaksin messenger RNA (mRNA) yang memungkinkan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam mengembangkan vaksin COVID-19.

Editor: Handoyo .

Terbaru