kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.014   51,00   0,28%
  • IDX 5.764   68,86   1,21%
  • KOMPAS100 747   11,89   1,62%
  • LQ45 568   11,29   2,03%
  • ISSI 199   0,82   0,41%
  • IDX30 323   6,94   2,20%
  • IDXHIDIV20 397   8,35   2,15%
  • IDX80 85   1,53   1,83%
  • IDXV30 108   1,46   1,37%
  • IDXQ30 104   1,89   1,85%

Moody's: Penurunan harga minyak akan berdampak pada 3 bank terbesar Singapura


Senin, 09 Maret 2020 / 14:34 WIB
ILUSTRASI. Orang-orang berjalan melewati cabang DBS di Singapura 8 Oktober 2019. Foto diambil 8 Oktober 2019.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Wakil Presiden dan Senior Credit Officer Moody's, Eugene Tarzimanov mengatakan, penurunan harga minyak dunia akan berdampak negatif terhadap tiga bank terbesar di Singapura.

"Jatuhnya harga minyak seharusnya memiliki efek negatif terbatas terhadap kualitas pinjaman dari tiga bank terbesar Singapura berdasarkan aset yaitu Bank DBS,OCBC dan UOB," ujar Tarzimanov dalam siaran pers Moody's, Senin (9/3). 

Baca Juga: Berpotensi resesi, Moody's pangkas pertumbuhan ekonomi negara G20 0,3% jadi 2,1%

Tarzimanov menjelaskan, ketiga bank tersebut secara ekstensif menyediakan eksposur kredit minyak dan gas sejak jatuhnya harga minyak tahun 2015-2016 dan sebagian besar eksposur yang rentan tersebut telah diklasifikasikan sebagai nonperforming.

Namun, menurutnya, bila kejatuhan harga minyak bertahan lama, selama periode berkepanjangan misalnya, bank-bank tersebut bakal membukukan NPL yang tinggi karena efek kedua, yaitu perlambatan kinerja perusahaan, yang disebabkan wabah virus corona.

Baca Juga: Virus corona makin menggila, tingkat kematian di Italia mendekati 200 orang




TERBARU

[X]
×