kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Moskow: Tujuan Militer Rusia Bukan Lagi Terbatas Donbas tapi Wilayah Lain di Ukraina


Rabu, 20 Juli 2022 / 23:00 WIB
Moskow: Tujuan Militer Rusia Bukan Lagi Terbatas Donbas tapi Wilayah Lain di Ukraina


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan, tujuan militer negaranya di Ukraina tidak lagi terbatas pada Donbas tapi mencakup sejumlah wilayah lain.

Dalam sebuah wawancara dengan media Pemerintah Rusia yang terbit Rabu (20/7), Lavrov menyatakan, ketika Rusia dan Ukraina pada Maret lalu membahas kemungkinan kesepakatan untuk mengakhiri permusuhan, "kesiapan kami untuk menerima proposal Ukraina mengacu geografi Maret 2022".

"Geografinya sekarang berbeda. Ini bukan hanya tentang DNR dan LNR," kata Lavrov, merujuk pada Republik Rakyat Donetsk dan Republik Rakyat Luhansk di Ukraina timur, yang didukung Rusia.

"Tetapi juga wilayah Kherson, wilayah Zaporizhzhia, dan sejumlah wilayah lainnya," ungkapnya, seperti dikutip Al Jazeera. "Proses ini terus berlanjut, konsisten, dan persisten".

Baca Juga: Kata Putin Soal Kemungkinan Mencapai Kesepakatan Damai dengan Ukraina

Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari dengan tujuan untuk "demiliterisasi dan denazifikasi" negara itu. Saat itu, Presiden Vladimir Putin menegaskan, Rusia tidak berniat untuk menduduki wilayah Ukraina.

Setelah gagal merebut ibu kota Ukraina, Kyiv, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada 25 Maret, fase pertama dari "operasi militer khusus" telah selesai dan sekarang akan fokus pada "mencapai tujuan utama, pembebasan Donbas".

Hampir empat bulan kemudian, Rusia berhasil menguasi Luhansk, salah satu dari dua provinsi yang membentuk Donbas. Tetapi, masih jauh dari merebut Provinsi Donetsk.

Namun, pasukan Rusia telah merebut wilayah jauh di luar Donbas, terutama di Zaporizhzhia dan Kherson di selatan Ukraina, dan terus meluncurkan serangan rudal ke kota-kota di seluruh Ukraina.

Baca Juga: Ngeri, Rusia Terus Bombardir Kota-Kota Ukraina termasuk dengan Bom Cluster

Lavrov juga mengulangi klaim sebelumnya oleh Rusia bahwa Amerika Serikat (AS) dan Inggris, dua negara Barat yang telah memberikan bantuan militer ke Ukraina, tertarik untuk memperluas permusuhan.

"Mereka ingin mengubahnya menjadi perang nyata dan memprovokasi bentrokan antara Rusia dan negara-negara Eropa," ungkap Lavrov.

Dia juga menuduh AS mencegah Ukraina terlibat dalam pembicaraan tentang kemungkinan penyelesaian dengan Rusia.

"AS menjauhkan Ukraina dari langkah-langkah konstruktif, dan tidak hanya memompa senjata tetapi memaksa mereka untuk menggunakan senjata itu dengan cara yang semakin berisiko," sebut Lavrov.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×