kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.598.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.768   75,00   0,42%
  • IDX 6.431   -5,42   -0,08%
  • KOMPAS100 849   -1,05   -0,12%
  • LQ45 647   0,17   0,03%
  • ISSI 223   -0,34   -0,15%
  • IDX30 360   0,61   0,17%
  • IDXHIDIV20 449   1,83   0,41%
  • IDX80 97   -0,13   -0,14%
  • IDXV30 124   0,32   0,26%
  • IDXQ30 116   0,32   0,27%

Mulai 28 Maret, China larang warga negara asing masuk


Kamis, 26 Maret 2020 / 22:54 WIB
ILUSTRASI. Presiden China Xi Jinping belajar tentang operasional rumahsakit, perawatan pasien, perlindungan bagi pekerja medis, dan penelitian ilmiah di Rumahsakit Huoshenshan di Wuhan, pusat penyebaran wabah virus corona baru, Provinsi Hubei, 10 Maret 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Sekitar 90% dari semua kasus impor adalah pemegang paspor China. Wakil Menteri Luar Negeri China Luo Zhaohui, Kamis (26/3), mengatakan, 40% dari mereka adalah pelajar China yang pulang kampung.

"Kami memahami beberapa siswa sangat ingin pulang. Tapi, dalam keadaan saat ini, dengan tetap tinggal di sana, mereka bisa menghindari infeksi silang dalam perjalanan pulang yang terburu-buru atau terjebak di tengah perjalanan ketika negara yang mereka transit di melakukan kontrol perbatasan yang ketat," kata Luo seperti dilansir Reuters.

Baca Juga: Xi Jinping: Virus tak mengenal batasan, tak ada negara yang kebal pandemi corona

Khawatir gelombang infeksi baru dari kasus impor, China meningkatkan tindakan karantina dan pemeriksaan di kota-kota besar termasuk Beijing. Setiap pelancong yang datang dari luar negeri harus tunduk pada kebijakan karantina.




TERBARU

[X]
×