Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Pelatih tim nasional Argentina Lionel Scaloni menegaskan timnya tidak hanya membutuhkan semangat juang, tetapi juga harus mampu memainkan sepak bola terbaik saat menghadapi Inggris pada semifinal Piala Dunia di Atlanta, Rabu (15/7/2026).
Menurut Scaloni, semangat pantang menyerah sudah menjadi ciri khas Argentina. Namun, menghadapi Inggris yang diperkuat para penyerang tajam seperti Harry Kane dan Jude Bellingham, timnya juga harus mampu menguasai permainan.
Baca Juga: Argentina Kembali Pakai Jersey Biru Tua Lawan Inggris, Tuchel Pahami Faktor Takhayul
Meski Lionel Messi telah mencetak delapan gol sepanjang turnamen, perjalanan Argentina menuju semifinal tidak sepenuhnya mulus. Juara bertahan itu harus bekerja keras untuk menyingkirkan Tanjung Verde, Mesir, dan Swiss pada fase gugur.
Bagi Scaloni, perjuangan tersebut membuktikan mental bertanding timnya tidak perlu diragukan lagi.
"Mereka adalah dua pemain hebat, termasuk yang terbaik di dunia. Semua pelatih tentu ingin memiliki pemain seperti mereka," kata Scaloni mengenai Kane dan Bellingham dalam konferensi pers, Selasa (14/7).
"Kami akan berusaha meredam mereka dengan kekuatan yang kami miliki dan mencegah mereka tampil maksimal. Kami sudah memiliki rencana permainan dan berharap bisa menjalankannya besok."
Baca Juga: AS Kembali Blokade Pelabuhan Iran, Trump Siapkan Serangan ke Pembangkit Listrik
Scaloni menegaskan motivasi dan ambisi Argentina sudah sangat tinggi. Namun, yang paling penting adalah kembali memainkan gaya sepak bola yang selama ini menjadi kekuatan utama tim.
"Keinginan dan ambisi kami sangat besar. Tetapi kami harus bermain sepak bola, menguasai bola, karena di situlah kekuatan terbesar kami selama ini."
"Kami membutuhkan para pemain, terutama mereka yang selama ini membuat kami memainkan sepak bola yang indah, untuk menunjukkan kualitasnya besok."
Pengalaman jadi modal Argentina
Sejak Scaloni menangani Argentina pada 2018, Albiceleste berhasil mencapai semifinal dalam dua edisi Piala Dunia dan tiga Copa America.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Rabu (15/7) Pagi, Brent ke US$ 86,19 & WTI ke US$ 80,40
Menurutnya, pengalaman tampil di pertandingan besar akan membantu tim menghadapi tekanan semifinal.
"Kami memiliki sedikit pengalaman bermain di laga seperti ini. Memang itu bukan keuntungan mutlak, tetapi setidaknya membuat kami lebih tenang menghadapi pertandingan. Ketenangan itu kami peroleh dari pengalaman."
Ia mengatakan, seluruh skuad berada dalam kondisi siap bertanding.
"Kami merasa senang, antusias, bersemangat, dan ingin merayakannya bersama masyarakat kami. Kami ingin memberikan kebahagiaan kepada mereka dengan melihat tim nasional bermain sepenuh hati."
Meski demikian, Scaloni mengakui Inggris merupakan lawan yang sangat kuat.
"Lawan kami juga tim yang hebat. Tidak ada yang akan mudah dan tidak ada yang diberikan begitu saja. Kami akan berusaha mencapai final dan menikmati pertandingan."
Baca Juga: Saham SK Hynix Melonjak Hampir 13% Rabu (15/7), Ditopang Inflasi AS yang Melandai
Tegaskan laga murni soal sepak bola
Pertandingan Argentina melawan Inggris kerap dikaitkan dengan hubungan historis kedua negara, termasuk Perang Falklands/Malvinas pada 1982.
Namun, Scaloni menegaskan laga semifinal kali ini tidak seharusnya dicampuradukkan dengan persoalan politik maupun sejarah.
"Sejujurnya ini adalah pertandingan sepak bola. Saya tidak bisa mencampuradukkan kedua hal tersebut, terutama sebagai bentuk penghormatan terhadap apa yang terjadi bertahun-tahun lalu."
"Itu adalah periode yang sangat menyedihkan dalam sejarah kami. Tidak banyak yang bisa kami lakukan mengenai hal tersebut. Yang pasti, pertandingan ini hanyalah pertandingan sepak bola, tidak lebih dari itu."














