Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang sejumlah fasilitas milik Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat di Bahrain.
Iran juga memperingatkan bahwa jalur ekspor energi di kawasan dapat ikut terdampak apabila Washington berupaya mengendalikan Selat Hormuz dan membatasi pelayaran.
Dalam pernyataannya pada Rabu (15/7), IRGC menyebut sasaran serangan mencakup fasilitas komando dan kendali, logistik, bahan bakar, serta peralatan militer yang diklaim digunakan oleh Armada Kelima AS di Bahrain.
Baca Juga: Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS di Kawasan Teluk, Ketegangan Kembali Memanas
Iran menyatakan serangan tersebut merupakan respons atas tindakan Amerika Serikat di Samudra Hindia. Menurut IRGC, Washington juga berupaya menguasai Selat Hormuz dan membatasi jalur pelayaran di kawasan.
IRGC sekaligus melontarkan peringatan bahwa apabila Amerika Serikat berusaha menghambat ekspor minyak dan gas dari kawasan melalui penguasaan jalur laut, maka rute ekspor lain yang melayani kepentingan AS dan sekutunya juga berpotensi ditutup.
Dalam pernyataannya, IRGC menegaskan ekspor energi regional harus dapat dinikmati semua pihak. "Energi kawasan akan menjadi untuk semua orang atau tidak untuk siapa pun," demikian bunyi pernyataan tersebut.
Baca Juga: Iran Klaim Serang Markas Armada Kelima AS, Ketegangan Timur Tengah Kian Memanas
Sebelumnya pada hari yang sama, Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengumumkan sirene serangan udara sempat dibunyikan. Otoritas setempat mengimbau masyarakat tetap tenang dan segera mencari perlindungan.














