kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

AS Buka Sayembara Rp180 Miliar untuk Tangkap 3 Hacker Rusia


Rabu, 15 Juli 2026 / 09:19 WIB
AS Buka Sayembara Rp180 Miliar untuk Tangkap 3 Hacker Rusia
ILUSTRASI. Ilustrasi peretas (Jakub Porzycki/NurPhoto via REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Pemerintah Amerika Serikat (AS) membuka sayembara dengan hadiah US$10 juta atau sekitar Rp180,6 miliar bagi siapa saja yang memberikan informasi terkait tiga hacker asal Rusia.

Ketiga hacker tersebut diduga terlibat dalam berbagai serangan siber terhadap infrastruktur penting di AS.

Reuters pada Selasa (14/7) melaporkan, ketiga hacker itu telah didakwa oleh otoritas AS karena diduga menyediakan infrastruktur digital yang digunakan kelompok kriminal siber untuk melancarkan serangan ransomware dan aksi peretasan lainnya.

Baca Juga: Dolar AS Melemah Usai Inflasi Melandai, Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed Menyusut

Tiga Hacker Rusia Masuk Daftar Buruan

Tiga warga Rusia yang menjadi buronan tersebut adalah Alexander Volosovik, Kirill Zatolokin, dan Yulia Pankova.

Departemen Luar Negeri AS menyatakan hadiah hingga US$10 juta diberikan kepada siapa pun yang memiliki informasi mengenai ketiga tersangka maupun perusahaan yang mereka operasikan, yakni Media Land dan ML.Cloud.

Kedua perusahaan tersebut diduga menyediakan layanan bulletproof hosting, yaitu layanan hosting yang dirancang agar tetap beroperasi meski menjadi sasaran pelacakan atau penindakan aparat penegak hukum.

Layanan semacam ini diketahui kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk menjalankan aktivitas ilegal tanpa mudah ditutup oleh otoritas.

Baca Juga: AS Kembali Blokade Pelabuhan Iran, Trump Siapkan Serangan ke Pembangkit Listrik

Diduga Bantu Serangan Ransomware

Jaksa AS menuduh Volosovik, Zatolokin, dan Pankova membantu memfasilitasi berbagai aktivitas kriminal siber yang menyasar infrastruktur penting Amerika Serikat.

Serangan tersebut dilaporkan berdampak pada korban di 21 negara bagian serta sejumlah negara lain, dengan total kerugian mencapai puluhan juta dolar AS.

Korban berasal dari berbagai sektor, termasuk bank, sekolah, instansi pemerintah, rumah sakit, hingga perusahaan media. Namun, identitas para korban tidak diungkap dalam dokumen dakwaan.

Dalam dakwaan yang diumumkan pada Selasa (15/7), ketiga tersangka dijerat dengan sejumlah tuduhan.

Di antaranya mencakup konspirasi melakukan penipuan komputer, membantu penipuan komputer, konspirasi melakukan wire fraud, serta konspirasi melakukan pencucian uang.

Baca Juga: AI Bisa Jadi Berkah atau Bencana bagi Ketimpangan Ekonomi? Ini Kata Gubernur The Fed




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×