kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.079   -31,00   -0,17%
  • IDX 6.047   7,29   0,12%
  • KOMPAS100 791   2,61   0,33%
  • LQ45 601   1,68   0,28%
  • ISSI 209   -0,61   -0,29%
  • IDX30 340   1,00   0,30%
  • IDXHIDIV20 423   1,24   0,29%
  • IDX80 90   0,23   0,26%
  • IDXV30 116   0,16   0,14%
  • IDXQ30 109   0,32   0,29%

AS Buka Sayembara Rp180 Miliar untuk Tangkap 3 Hacker Rusia


Rabu, 15 Juli 2026 / 09:19 WIB
AS Buka Sayembara Rp180 Miliar untuk Tangkap 3 Hacker Rusia
ILUSTRASI. Ilustrasi peretas (Jakub Porzycki/NurPhoto via REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Pemerintah Amerika Serikat (AS) membuka sayembara dengan hadiah US$10 juta atau sekitar Rp180,6 miliar bagi siapa saja yang memberikan informasi terkait tiga hacker asal Rusia.

Ketiga hacker tersebut diduga terlibat dalam berbagai serangan siber terhadap infrastruktur penting di AS.

Reuters pada Selasa (14/7) melaporkan, ketiga hacker itu telah didakwa oleh otoritas AS karena diduga menyediakan infrastruktur digital yang digunakan kelompok kriminal siber untuk melancarkan serangan ransomware dan aksi peretasan lainnya.

Baca Juga: Dolar AS Melemah Usai Inflasi Melandai, Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed Menyusut

Tiga Hacker Rusia Masuk Daftar Buruan

Tiga warga Rusia yang menjadi buronan tersebut adalah Alexander Volosovik, Kirill Zatolokin, dan Yulia Pankova.

Departemen Luar Negeri AS menyatakan hadiah hingga US$10 juta diberikan kepada siapa pun yang memiliki informasi mengenai ketiga tersangka maupun perusahaan yang mereka operasikan, yakni Media Land dan ML.Cloud.

Kedua perusahaan tersebut diduga menyediakan layanan bulletproof hosting, yaitu layanan hosting yang dirancang agar tetap beroperasi meski menjadi sasaran pelacakan atau penindakan aparat penegak hukum.

Layanan semacam ini diketahui kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk menjalankan aktivitas ilegal tanpa mudah ditutup oleh otoritas.

Baca Juga: AS Kembali Blokade Pelabuhan Iran, Trump Siapkan Serangan ke Pembangkit Listrik

Diduga Bantu Serangan Ransomware

Jaksa AS menuduh Volosovik, Zatolokin, dan Pankova membantu memfasilitasi berbagai aktivitas kriminal siber yang menyasar infrastruktur penting Amerika Serikat.

Serangan tersebut dilaporkan berdampak pada korban di 21 negara bagian serta sejumlah negara lain, dengan total kerugian mencapai puluhan juta dolar AS.

Korban berasal dari berbagai sektor, termasuk bank, sekolah, instansi pemerintah, rumah sakit, hingga perusahaan media. Namun, identitas para korban tidak diungkap dalam dokumen dakwaan.

Dalam dakwaan yang diumumkan pada Selasa (15/7), ketiga tersangka dijerat dengan sejumlah tuduhan.

Di antaranya mencakup konspirasi melakukan penipuan komputer, membantu penipuan komputer, konspirasi melakukan wire fraud, serta konspirasi melakukan pencucian uang.

Baca Juga: AI Bisa Jadi Berkah atau Bencana bagi Ketimpangan Ekonomi? Ini Kata Gubernur The Fed




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×