Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - MANILA. Amerika Serikat (AS) telah mengabulkan permintaan Filipina untuk memperpanjang pengecualian pembelian minyak dan produk minyak bumi Rusia, kata departemen energi Filipina pada hari Senin (27/4/2026).
Wakil Menteri Energi Alessandro Sales mengatakan pengecualian tersebut berlaku mulai 17 April hingga 16 Mei 2026.
Sales mengatakan pengecualian satu bulan yang baru ini berlaku untuk semua orang.
Menteri Energi Filipina, Sharon Garin, mengatakan negara itu masih memiliki cadangan bahan bakar untuk 54 hari.
Amerika Serikat (AS) memberikan pengecualian selama 30 hari pada bulan Maret untuk mengimpor minyak dan produk minyak bumi Rusia, yang berakhir pada 11 April.
Baca Juga: Trump Buka Opsi Negosiasi dengan Iran, Upaya Damai Masih Buntu
Garin menambahkan bahwa moratorium negara terhadap proyek batubara baru akan tetap berlaku meskipun ada seruan dari berbagai kelompok bisnis untuk mencabut larangan tersebut karena risiko keamanan energi yang terkait dengan konflik Timur Tengah.
Garin mengatakan proyek-proyek dengan izin yang diperoleh pada tahun 2019 masih dapat dilanjutkan atau diselesaikan.
Ia mengatakan, departemen energi juga sedang menilai pembangkit listrik tenaga batubara untuk kemungkinan penghentian operasinya karena masalah keandalan dan biaya jangka panjang yang lebih tinggi bagi konsumen.
Lebih lanjut, Departemen Energi (DOE) sedang meninjau proyek-proyek yang telah disetujui sebelumnya yang mungkin masih dapat dilanjutkan, dan proyek-proyek yang mungkin tidak dapat dilanjutkan lagi.
Pada tahun 2020, Filipina memberlakukan moratorium terhadap fasilitas batubara baru untuk mengurangi emisi karbon dan mendorong peralihan negara tersebut ke energi bersih.
Sebelumnya, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. telah mendeklarasikan keadaan darurat energi nasional sebagai tanggapan terhadap konflik di Timur Tengah.













