kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.593.000   1.000   0,04%
  • USD/IDR 17.693   -14,00   -0,08%
  • IDX 6.437   -24,30   -0,38%
  • KOMPAS100 850   -5,62   -0,66%
  • LQ45 647   -3,80   -0,58%
  • ISSI 223   -0,27   -0,12%
  • IDX30 359   -2,55   -0,71%
  • IDXHIDIV20 447   -3,40   -0,76%
  • IDX80 97   -0,66   -0,67%
  • IDXV30 124   -0,63   -0,51%
  • IDXQ30 116   -0,92   -0,79%

Muncul Flurona, Begini Efek Terinfeksi Influenza dan Virus Corona Secara Bersamaan


Kamis, 06 Januari 2022 / 23:20 WIB


Sumber: Bloomberg | Editor: S.S. Kurniawan

Studi itu menemukan, 24% pasien yang didiagnosis dengan Covid-19 setelah itu positif untuk patogen yang berbeda (disebut “superinfeksi”). 

Untuk kedua kategori, situasinya dikaitkan dengan "hasil yang buruk, termasuk peningkatan kematian," para penulis studi itu mengungkapkan.

Penelitian ini menggarisbawahi kebutuhan untuk menguji penyakit di luar hanya Covid-19, sehingga orang bisa mendapat pengobatan dengan benar.

Apakah flu kembali dengan kekuatan penuh?

Di banyak negara, musim flu tahun lalu adalah yang paling tidak berbahaya dalam lebih dari satu dekade. 

Di AS, misalnya, rawat inap akibat flu adalah rekor terendah sejak data mulai dikumpulkan pada 2005, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

Hanya, sejauh musim dingin ini, penyakit pernapasan dengan gejala seperti flu terlacak pada tingkat yang jauh lebih sebanding dengan tahun-tahun sebelum pandemi, menurut CDC. 

Itu mungkin akibat kendornya jarak sosial dan perhatian pada kebersihan. Tetapi, juga karena sistem kekebalan orang kurang siap untuk melawan influenza setelah kurang terpapar tahun lalu, Edwards menambahkan.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×