kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.824   -3,00   -0,02%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Nasib Dolar AS: China & BRIC Tak Lagi Minati US Treasuries, Mengapa Begitu?


Selasa, 10 Februari 2026 / 04:36 WIB
Nasib Dolar AS: China & BRIC Tak Lagi Minati US Treasuries, Mengapa Begitu?
ILUSTRASI. Diversifikasi dari dolar AS menguat. Pelajari alasan di balik keputusan negara-negara BRIC mengurangi kepemilikan US Treasuries. (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Fortune,Fortune | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Namun, laporan ini memperkuat tren di negara-negara BRIC (Brasil, Rusia, India, China) pada era Trump kedua, yakni kecenderungan mengurangi atau tidak menambah kepemilikan utang AS. Data terbaru hingga November 2025 menunjukkan kepemilikan negara-negara ini cenderung menurun.

Brasil, misalnya, menurunkan kepemilikan Treasuries dari US$ 229 miliar pada November 2024 menjadi US$ 168 miliar setahun kemudian. India juga memangkas kepemilikan dari US$ 234 miliar menjadi US$ 186,5 miliar.

China mengikuti pola serupa, meski sempat naik. Pada November 2024, China memegang US$ 767 miliar, meningkat hingga lebih dari US$ 900 miliar pada Agustus 2025, lalu turun kembali menjadi sekitar US$ 888,5 miliar per November 2025.

Turner sebelumnya menyebut negara-negara BRIC secara perlahan “meninggalkan pasar Treasuries.” Namun, ia menilai penurunan ini lebih disebabkan oleh faktor lindung nilai (hedging) dan kebijakan nilai tukar, bukan semata-mata aksi jual besar-besaran.

Tonton: Moody’s Pangkas Peringkat Kredit 19 Perusahaan, Mayoritas BUMN

Investor Lebih Memilih Lindung Nilai, Bukan Jual Besar-Besaran

Menurut CEO Oxford Economics, Innes McFee, belum ada bukti kuat bahwa investor asing menggunakan aset AS sebagai alat tekanan politik terhadap Washington.

Ia menegaskan bahwa tidak terlihat arus keluar modal besar dari aset AS. Sebaliknya, dunia justru semakin terekspos terhadap aset Amerika, terutama karena dominasi saham teknologi besar dan tren kecerdasan buatan (AI).

Banyak investor global, termasuk dana pensiun, memilih tetap berinvestasi di AS, tetapi meningkatkan strategi lindung nilai untuk mengurangi risiko nilai tukar. Inilah yang menjelaskan mengapa dolar bisa melemah tanpa diikuti arus keluar modal besar.

McFee juga meragukan narasi bahwa China akan “mempersenjatai” kepemilikan surat utang AS sebagai senjata geopolitik. Menurutnya, klaim tersebut lebih bersifat politis daripada berdasarkan bukti nyata.

Selanjutnya: Penghapusan Iuran JKN Bebani Fiskal

Menarik Dibaca: Katalog Promo Superindo Weekday Diskon hingga 55% Periode 9-12 Februari 2026




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×