kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

NATO Menggelar Latihan Militer Skala Besar, Libatkan 90.000 Personel


Jumat, 19 Januari 2024 / 06:59 WIB
NATO Menggelar Latihan Militer Skala Besar, Libatkan 90.000 Personel
ILUSTRASI. Bendera nasional anggota NATO terlihat pada hari pertemuan para menteri luar negeri di tengah invasi Rusia ke Ukraina, di markas besar Aliansi di Brussels, Belgia, Jumat (4/3/2022). REUTERS/Yves Herman


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - NATO resmi akan mengadakan latihan militer gabungan skala besar pekan depan. Sekitar 90.000 personel akan mengambil bagian dalam latihan perang yang berlangsung selama beberapa bulan.

Latihan bertajuk "Steadfast Defender 24" ini diharapkan mampu menunjukkan bahwa NATO dapat melakukan dan mempertahankan operasi multi-domain yang kompleks selama beberapa bulan.

"Latihan tersebut akan menunjukkan bahwa NATO dapat melakukan dan mempertahankan operasi multi-domain yang kompleks selama beberapa bulan, melintasi ribuan kilometer, dari High North hingga Eropa Tengah dan Timur, dan dalam kondisi apa pun," ungkap NATO dalam pernyataannya hari Kamis (18/1).

Lebih dari 50 kapal mulai dari kapal induk hingga kapal perusak akan ambil bagian. Bersamaan dengan itu, ada lebih dari 80 jet tempur, helikopter dan drone serta setidaknya 1.100 kendaraan tempur termasuk 133 tank dan 533 kendaraan tempur infanteri. 

Baca Juga: Rusia: Salahkan Negara Barat Atas Segala Kekacauan Dunia

Melansir AP News, pasukan akan bergerak ke dan melalui Eropa hingga akhir Mei dalam skenario konflik yang disimulasikan dengan musuh yang hampir setara. Berdasarkan rencana pertahanan baru NATO, musuh utamanya adalah Rusia dan organisasi teroris.

Panglima Tertinggi Sekutu NATO, Jenderal AS Christopher Cavoli, menjelaskan bahwa latihan tersebut akan menunjukkan kemampuan seluruh anggota untuk saling melindungi.

"Aliansi ini akan menunjukkan kemampuannya untuk memperkuat kawasan Euro-Atlantik melalui pergerakan kekuatan transatlantik dari Amerika Utara. Latihan ini akan menunjukkan persatuan kami, kekuatan kami, dan tekad kami untuk melindungi satu sama lain," kata Cavoli.

Jumlah personel yang terlibat, sekitar 90.000 orang, juga merupakan yang terbesar dalam beberapa dekade terakhir sejak era perang dingin. Jumlahnya diprediksi bisa meningkat karena Swedia kemungkinan akan bergabung tahun ini.

Baca Juga: NATO: Serangan AS dan Inggris Terhadap Houthi Bersifat Defensif

"Rekor jumlah pasukan yang dapat kami bawa dan lakukan latihan dalam jumlah tersebut, di seluruh aliansi, melintasi lautan dari AS hingga Eropa. Hal ini merupakan perubahan besar dibandingkan dengan jumlah pasukan yang dilakukan setahun yang lalu. Swedia, yang diperkirakan akan bergabung dengan NATO tahun ini, juga akan ambil bagian," kata Ketua Komite Militer NATO, Laksamana Rob Bauer.

Latihan terakhir dengan skala yang sama adalah latihan "Reforger" selama Perang Dingin pada tahun 1988 dengan 125.000 personel dan latihan "Trident Juncture" pada tahun 2018 dengan 50.000 personel.

NATO menandatangani rencana regional tersebut pada pertemuan puncak mereka di Vilnius tahun 2023, sekaligus mengakhiri periode panjang di mana NATO tidak lagi menganggap rencana pertahanan skala besar diperlukan.

Steadfast Defender 24 dilakukan ketika perang Rusia terhadap Ukraina memasuki fase buntu. NATO memang tidak terlibat langsung dalam konflik tersebut tapi banyak negara anggotanya mengirimkan senjata dan amunisi secara individu atau kelompok, dan memberikan pelatihan militer.




TERBARU

[X]
×