Nestle Berencana Menghentikan Pasokan Minyak Sawit dari Astra Agro Lestari

Jumat, 30 September 2022 | 20:28 WIB Sumber: Channelnewsasia.com,Reuters
Nestle Berencana Menghentikan Pasokan Minyak Sawit dari Astra Agro Lestari

ILUSTRASI. Nestle Berencana Menghentikan Pasokan Minyak Sawit dari Astra Agro Lestari. REUTERS/Denis Balibouse/File Photo


KONTAN.CO.ID - LONDON/JAKARTA. Raksasa produsen makanan Nestle berencana untuk menghentikan pengadaan dari anak perusahaan Astra Agro Lestari (AALI), produsen minyak sawit utama Indonesia yang dituduh oleh kelompok lingkungan atas pelanggaran tanah dan hak asasi manusia.

Langkah ini dilakukan ketika perusahaan multinasional menghadapi peningkatan reputasi dan tekanan hukum dari konsumen dan pemerintah untuk membersihkan rantai pasokan global mereka dalam memerangi perubahan iklim.

Nestle, produsen cokelat KitKat dan kopi Nespresso, mengatakan kepada Reuters bahwa setelah penilaian independen baru-baru ini, pihaknya menginstruksikan pemasoknya untuk memastikan minyak sawit dari tiga anak perusahaan AALI tidak lagi memasuki rantai pasokannya.

Baca Juga: Nestle Indonesia Tegaskan Strategi Bisnis Keberlanjutan pada Tahun 2022

Grup yang berbasis di Swiss berharap tidak akan menggunakan minyak sawit dari anak perusahaan AALI pada akhir tahun.

AAL membantah tuduhan yang dibuat terhadapnya.

“Astra Agro sangat serius menerapkan kebijakan keberlanjutan kami. Tidak benar Astra Agro atau anak perusahaannya melakukan perampasan tanah,” kata Santosa, presiden direktur AALI, kepada Reuters.

Komisi Eropa telah mengusulkan beberapa undang-undang yang bertujuan untuk mencegah kasus kerja paksa, melarang impor dan penggunaan produk yang terkait dengan pelanggaran lingkungan dan hak asasi manusia.

Baca Juga: Nestle Indonesia Gandeng Tokopedia Luncurkan e-Staff Shop

Friends of the Earth mengatakan tindakan Nestle untuk menghentikan pasokan dari AALI adalah langkah yang penting dan konsumen lain seperti Procter & Gamble, Hershey's, Kellogg's, Unilever dan PepsiCo mengikutinya.

"Nestle dan raksasa konsumen lainnya sekarang memiliki peluang monumental untuk memastikan keluhan ditangani, konflik diselesaikan, dan keadilan diberikan kepada masyarakat," kata kelompok lingkungan itu dalam sebuah pernyataan.

Editor: Handoyo .

Terbaru