kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.011,21   -3,65   -0.36%
  • EMAS963.000 0,94%
  • RD.SAHAM -0.06%
  • RD.CAMPURAN -0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.32%

Nikaragua menderita kerugian lebih dari US$ 740 juta akibat badai Eta dan Iota


Rabu, 25 November 2020 / 11:43 WIB
Nikaragua menderita kerugian lebih dari US$ 740 juta akibat badai Eta dan Iota
ILUSTRASI. Ilustrasi badai. ANTARA FOTO/Rahmad/aww.


Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - MANAGUA. Nikaragua menderita kerugian lebih dari US$ 740 juta akibat Badai Eta dan Iota, kata pemerintah pada hari Selasa, ketika Inter-American Development Bank (IDB) menjanjikan bantuan US$ 1,7 miliar untuk jutaan orang yang terkena dampak di seluruh Amerika Tengah.

Hampir 44.000 rumah mengalami kerusakan. Sebagian besar berada di Nikaragua, kata Menteri Keuangan Nikaragua Ivan Acosta. Dia memperkirakan badai telah merugikan negara itu sebesar US$ 743 juta, menurut situs media pemerintah El 19.

Badai Eta saja mempengaruhi sekitar 3 juta orang di tujuh negara Amerika Tengah dan menyebabkan kerusakan hingga US$ 5,5 miliar, kata IDB, mengutip perkiraan dari Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UNOCHA).

Seorang juru bicara mengatakan UNOCHA tidak dapat mengkonfirmasi angka tersebut dan evaluasi terus dilakukan di lapangan. Dampak ekonomi Iota belum dihitung, kata IDB. Wilayah itu masih belum pulih dari banjir mematikan dan tanah longsor yang dipicu oleh Eta saat Iota menghantam Amerika Tengah.

Baca Juga: Para pemimpin G20 menjanjikan distribusi vaksin COVID-19 global yang adil

IDB mengatakan pada hari Senin akan mendukung rekonstruksi di negara-negara yang paling terpukul dengan dana tambanhan hingga US$ 1,2 miliar, ditambah hingga US$ 500 juta yang dialihkan dari operasi yang ada dan uang yang dimobilisasi dari lembaga lain yang bekerja di wilayah tersebut.

Presiden IDB Mauricio Claver-Carone, yang menjabat pada 1 Oktober, mengatakan kepada Reuters pada hari Selasa bahwa dia berusaha untuk memperluas basis modal bank dan menjadikannya kekuatan yang lebih kuat di wilayah tersebut.

Claver-Carone, warga negara AS pertama yang mengepalai bank dan mantan asisten Presiden AS Donald Trump, menghadapi tentangan dari beberapa negara ekonomi terkemuka Amerika Latin ketika dia mencalonkan diri awal tahun ini.

Selanjutnya: Gara-gara pemanasan global, serangan badai bisa lebih besar

 




TERBARU
Sukses Berkomunikasi dengan Berbagai Gaya Kepribadian Managing Procurement Economies of Scale Batch 7

[X]
×