Nilai Saham Amazon Turun di Bawah US$ 1 Triliun

Minggu, 30 Oktober 2022 | 16:57 WIB   Reporter: Diki Mardiansyah
Nilai Saham Amazon Turun di Bawah US$ 1 Triliun

ILUSTRASI. Nilai saham Amazon.com Inc sempat turun di bawah US$ 1 triliun.


KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Nilai saham perusahaan multinasional teknologi asal Amerika Serikat (AS) Amazon.com Inc sempat turun di bawah US$ 1 triliun. Laporan pendapatan dan prospek perusahaan yang mengecewakan membuat investor meninggalkan saham Amazon.

Dikutip dari Bloomberg, harga saham Amazon anjlok 12% pada hari Jumat (28/10) setelah Amazon memproyeksikan pertumbuhan yang melambat dalam sejarah perusahaan. Sementara itu, penjualan di bisnis layanan web Amazon juga meleset dari perkiraan.

Hal tersebut, mengakibatkan nilai saham Amazon turun menjadi sekitar US$ 995 miliar sebelum harga saham rebound dan ditutup dengan penurunan 6,8%. Saham Amazon turun sebanyak 12% dalam perdagangan Kamis (27/10).

Baca Juga: Wall Street Reli: Dow, S&P 500 dan Nasdaq Ditutup Melonjak Lebih dari 2,5%

Amazon masuk dalam daftar panjang perusahaan di AS yang nilai pasarnya anjlok di tahun ini. Jajaran perusahaan dengan valuasi lebih dari US$ 1 triliun turun dengan melonjaknya yield US Treasury dan inflasi tertinggi dalam beberapa dekade yang membebani saham perusahaan teknologi.

Indeks Nasdag turun 29% tahun ini di tengah meningkatnya risiko terhadap pertumbuhan ekonomi yang terganggu akibat rantai pasokan, pembatasan Covid-19 di China, hingga perang di Ukraina.

Produsen mobil listrik (EV) Tesla Inc pernah bernilai lebih dari US$ 1,2 triliun. Tapi, nilai pasar Tesla sudah turun menjadi sekitar US$ 720 miliar. Nilai pasar induk usaha Facebook, Meta Platform Inc juga anjlok lebih dari 75% dari US$ 1,08 triliun membuat Meta keluar dari jajaran 20 perusahaan terbesar di dunia.

Baca Juga: Pendapatan Amazon Anjlok 48,98% di Kuartal III-2022

Sementara itu, Apple Inc yang arus kas dan neraca keuangannya besar telah menjadikan Apple sebagai tujuan favorit bagi para investor yang ingin menghindari risiko dalam berinvestasi. Apple juga sempat kehilangan gelarnya sebagai perusahaan paling berharga di dunia oleh raksasa minyak Saudi Aramco.

Di sisi lain, pandemi Covid-19 telah membantu meningkatkan bisnis Amazon dan mendorong nilainya mencapai US$ 1,88 triliun sekitar setahun yang lalu. Dengan pertumbuhan yang melambat sekarang dan latar belakang ekonomi makro yang tidak pasti, harga sahamnya anjlok sekitar 38% di tahun 2022 ini.

Sekadar informasi, CEO Amazon Jeff Bezos pernah menjadi orang terkaya di dunia menduduki peringkat nomor tiga.

Editor: Wahyu T.Rahmawati

Terbaru