Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - DUBAI. Ketua Parlemen Iran Mohammed Baqer Qalibaf mengatakan, Iran harus merencanakan cara untuk mengatasi sanksi yang dikenakan oleh Amerika Serikat (AS). Pihak Iran menyebut sanksi tersebut tidak berdasarkan keadilan.
Qalibaf, salah satu tokoh politik paling berpengaruh di Iran dan negosiator utama Teheran dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat, mengatakan pembangunan ekonomi dan keamanan terkait erat.
Dalam pernyataannya melalui kanal Telegram, Jumat (21/8/2026), Qalibaf menuding AS dan Israel melakukan perang ekonomi dan kognitif, setelah menyimpulkan mereka tidak dapat menang dalam konfrontasi militer langsung dengan Iran dan Irak.
"Jika Anda melihat sumber daya dan bahan mentah negara-negara Muslim, Anda akan menyadari bahwa musuh kita datang untuk menjarahnya," kata Qalibaf kepada perwakilan bisnis Iran dan Irak di Baghdad, menurut saluran Telegram, seperti dikutip Reuters, Jumat (21/8/2026).
Baca Juga: AS Akan Jatuhkan Sanksi Terberat Dalam Sejarah Bagi Iran
Qalibaf menegaskan Iran perlu membuat strategi. “Kita harus membuat rencana untuk mengatasi sanksi yang tidak adil sehingga kita dapat mengatasinya," kata dia.
Qalibaf juga menyerukan penguatan hubungan ekonomi antara Baghdad dan Teheran. Ia mengatakan kedua negara dapat menggunakan mata uang nasional mereka dalam perdagangan untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS.
Sehari sebelumnya, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan sanksi yang disebut sebagai terberat yang pernah dikenakan pada Iran. Bessent mengatakan pada hari Kamis bahwa langkah-langkah tersebut akan dirinci pada hari Senin, menunjukkan bahwa langkah-langkah tersebut dapat mengurangi kebutuhan akan operasi militer besar lebih lanjut.














