kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Nilai Sanksi AS Tidak Adil, Pemerintah Iran Siapkan Strategi Atasi Sanksi


Jumat, 21 Agustus 2026 / 15:32 WIB
Nilai Sanksi AS Tidak Adil, Pemerintah Iran Siapkan Strategi Atasi Sanksi
ILUSTRASI. Iran menuding AS dan Israel melakukan perang ekonomi setelah tidak dapat menang dalam konfrontasi militer langsung dengan Iran (REUTERS/Majid Asgaripour)


Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - DUBAI. Ketua Parlemen Iran Mohammed Baqer Qalibaf mengatakan, Iran harus merencanakan cara untuk mengatasi sanksi yang dikenakan oleh Amerika Serikat (AS). Pihak Iran menyebut sanksi tersebut tidak berdasarkan keadilan.

Qalibaf, salah satu tokoh politik paling berpengaruh di Iran dan negosiator utama Teheran dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat, mengatakan pembangunan ekonomi dan keamanan terkait erat.

Dalam pernyataannya melalui kanal Telegram, Jumat (21/8/2026), Qalibaf menuding AS dan Israel melakukan perang ekonomi dan kognitif, setelah menyimpulkan mereka tidak dapat menang dalam konfrontasi militer langsung dengan Iran dan Irak.

"Jika Anda melihat sumber daya dan bahan mentah negara-negara Muslim, Anda akan menyadari bahwa musuh kita datang untuk menjarahnya," kata Qalibaf kepada perwakilan bisnis Iran dan Irak di Baghdad, menurut saluran Telegram, seperti dikutip Reuters, Jumat (21/8/2026).

Baca Juga: AS Akan Jatuhkan Sanksi Terberat Dalam Sejarah Bagi Iran

Qalibaf menegaskan Iran perlu membuat strategi. “Kita harus membuat rencana untuk mengatasi sanksi yang tidak adil sehingga kita dapat mengatasinya," kata dia.

Qalibaf juga menyerukan penguatan hubungan ekonomi antara Baghdad dan Teheran. Ia mengatakan kedua negara dapat menggunakan mata uang nasional mereka dalam perdagangan untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS.

Sehari sebelumnya, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan sanksi yang disebut sebagai terberat yang pernah dikenakan pada Iran. Bessent mengatakan pada hari Kamis bahwa langkah-langkah tersebut akan dirinci pada hari Senin, menunjukkan bahwa langkah-langkah tersebut dapat mengurangi kebutuhan akan operasi militer besar lebih lanjut.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×