kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.652.000   21.000   0,80%
  • USD/IDR 16.889   19,00   0,11%
  • IDX 8.948   63,58   0,72%
  • KOMPAS100 1.240   13,93   1,14%
  • LQ45 879   12,32   1,42%
  • ISSI 327   2,65   0,82%
  • IDX30 449   8,13   1,84%
  • IDXHIDIV20 531   10,57   2,03%
  • IDX80 138   1,59   1,17%
  • IDXV30 147   2,50   1,73%
  • IDXQ30 144   2,26   1,60%

Obama menyerang penggantinya tak layak jadi presiden AS, begini respons Trump


Kamis, 20 Agustus 2020 / 14:48 WIB
Obama menyerang penggantinya tak layak jadi presiden AS, begini respons Trump
ILUSTRASI. Barack Obama menyapa Donald Trump di acara pelantikan Trump sebagai presiden AS di Washington DC, AS, 20 Januari 2017.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama pada hari Rabu (20/8) menyerang penggantinya, Presiden AS Donald Trump. Obama menyebut Trump sangat tidak layak menduduki jabatan Presiden AS yang ia tinggalkan.

Karena itu, Obama mengarahkan pendukungnya memilih mantan wakilnya Joe Biden untuk menjadi Presiden AS demi kelangsungan demokrasi di AS.

Baca Juga: Trump serukan boikot produk ban Goodyear, ternyata ini penyebabnya

Obama mengatakan, Trump tidak tertarik melakukan pekerjaan untuk kelangsungan demokrasi. Trump juga dituduh tidak tertarik menemukan kesamaan, dan tidak tertarik menggunakan kekuatan yang luar biasa yang ia miliki untuk membantu siapa pun kecuali dirinya sendiri dan teman-temannya.

"Dia (Trump) tidak tertarik untuk memperlakukan kepresidenan sebagai apa pun kecuali satu reality show lagi yang dapat dia gunakan untuk mendapatkan perhatian yang sangat dia butuhkan, ”kata Obama tentang Trump pada malam ketiga Konvensi Nasional Demokrat, seperti dilansir Reuters, Kamis (20/8).

Ini merupakan kritikan pedas Obama terhadap Trump, setelah ia memilih bungkam selama masa jabatan penggantinya itu hampir empat tahun terakhir.

Baca Juga: Malaysia tembak nelayan Vietnam, ini efeknya

Kritik pedas Obama ini merupakan penilaian yang sangat kasar dari seorang mantan presiden terhadap penggatinya meskipun Trump tidak pernah ragu-ragu menyerang Obama, dan melontarkan tuduhan-tuduhan yang tanpa bukti.

Obama juga menyalahkan Trump atas kematian 170.000 orang Amerika karena virus corona, jutaan pekerja yang kehilangan pekerjaan akibat resesi ekonomi dan berkurangnya prinsip-prinsip demokrasi di dalam maupun di luar AS.

Terkait tuduhan itu, Trump merespons Obama dengan menggunakan huruf kapital semua, di akun Twitternya. Trump mengatakan, keputusan Obama mendukung Biden baru muncul setelah para pesaing Biden dari partai demokrat gugur selama pencalonan, merupakan suatu keraguan Obama terhadap Biden sejak awal.

Baca Juga: Berjanji akhiri kekacauan yang dibuat Trump, Demokrat resmi usung Biden jadi capres

Namun pada hari Rabu, Obama menyampaikan dukungan penuh untuk Biden dan calon wakil presiden Kamala Harris, dengan mengatakan mereka "benar-benar peduli dengan setiap orang Amerika, dan mereka sangat peduli dengan demokrasi ini."

Biden, 77, secara resmi dinominasikan pada Selasa malam untuk menghadapi Trump, 74, dalam pemilihan presiden 3 November. Obama, 59, tak henti-hentinya memuji mantan wakil presidennya, dengan mengatakan Biden menjadi saudara baginya.




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×