kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,52%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Otoritas Turki memerintahkan penangkapan terhadap 191 personel militer


Selasa, 09 Juni 2020 / 14:37 WIB
Otoritas Turki memerintahkan penangkapan terhadap 191 personel militer
ILUSTRASI. Sejumlah?warga?mengambil foto selfie?di depan tank militer setelah tentara yang terlibat dalam upaya?kudeta menyerah di Jembatan Bosphorus, Istanbul, Turki, Sabtu?(16/7). Sejak?Jumat (15/7) malam hingga Sabtu pagi tadi,?sebuah grup pada kelompok militer T


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - ISTANBUL. Otoritas Turki telah memerintahkan penangkapan terhadap 191 tentara Turki yang diduga memiliki jaringan dengan pelaku kudeta yang gagal pada 2016 silam. Hal itu sebagaimana dilaporkan kantor berita pemerintah Anadolu pada hari Selasa (9/6) seperti dilansir Reuters.

Tentara Turki telah menumpas mereka yang diduga pengikut Ulama Muslim karismatik Fethullah Gulen yang saat ini tinggal di Amerika Serikat. Gulen dituding berada di balik kudeta yang menewaskan 250 orang itu pada 2016 kendati Gulen telah membantahnya.

Baca Juga: Turki dapat memperpanjang kebijakan larangan PHK bagi karyawan selama tiga bulan lagi

Sebelumnya, Gulen adalah sekutu Presiden Tukri Tayyip Erdogan. Namun ia telah hidup dalam pengasihan sejak 1999.

Saat ini polisi tengah melakukan operasi di 22 provinsi untuk memburu pihak-pihak yang diduga pengikut Gulen. Sejauh ini, polisi telah menahan 145 tersangka. Para tersangka, sebagian besar bertugas aktif di militer.

Mereka ini diyakini telah berkomunikasi dengan pengikut Gulen lainnya melalui telepon umum dan mendapat perlakuan istiewa dalam penerimaan di sekolah militer, kata Anadolu.

Baca Juga: Iran, Rusia, China, Turki merayakan kekacauan di Amerika

Dalam operasi terpisah, polisi menahan 16 personil militer di kota tenggara Diyarbakir pada akhir pekan, kata sumber keamanan.

Pada hari Selasa, pengadilan setempat memenjarakan enam dari mereka sambil menunggu persidangan dan membebaskan 10 lainnya, sumber tersebut menambahkan.

Sekutu Barat Turki mengkritik tindakan keras tersebut, sementara Ankara membela langkah-langkah itu sebagai tanggapan yang perlu terhadap ancaman keamanan.

Baca Juga: Erdogan umumkan lockdown empat hari di Turki saat libur Idul Fitri

Erdogan telah bertahun-tahun menuduh pendukung Gulen mendirikan "negara paralel" dengan menyusup ke kepolisian, peradilan, militer dan institusi negara lainnya.

Sejak upaya kudeta, sekitar 80.000 orang telah ditahan dan sekitar 150.000 pegawai negeri sipil, personel militer dan lainnya dipecat atau ditangguhkan.




TERBARU

[X]
×