PAHO: Omicron BA.4 dan BA.5 Jadi Pengingat Lain bahwa Virus Terus Berkembang

Kamis, 14 Juli 2022 | 15:12 WIB Sumber: Reuters
PAHO: Omicron BA.4 dan BA.5 Jadi Pengingat Lain bahwa Virus Terus Berkembang

ILUSTRASI. PAHO memperingatkan, kemunculan Omicron BA.4 dan BA.5 merupakan pengingat lain bahwa virus terus berkembang. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration.


KONTAN.CO.ID - Organisasi Kesehatan Pan Amerika (PAHO) memperingatkan peningkatan jumlah kasus Covid-19 yang disebabkan subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 yang sangat menular, bahkan ketika keseluruhan kasus menurun di Amerika.

Melansir Reuters, data PAHO menunjukkan, ada 1.562.967 kasus baru Covid-19 di Amerika sepanjang pekan lalu, turun 0,9% dibanding minggu sebelumnya. Sementara angka kematian akibat Covid-19 turun 3,5% menjadi 4.789.

Tetapi, Direktur PAHO Dr Carissa Etienne memberi peringatan, subvarian Omicron, yang sekarang dominan di Amerika Serikat dan beberapa negara lain, "mendorong infeksi baru di seluruh Amerika".

"Kemunculan BA.4 dan BA.5 merupakan pengingat lain bahwa virus terus berkembang setiap kali ditularkan, dan kita harus tetap waspada," kata Etienne dalam konferensi pers, Rabu (13/7), seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Warning WHO! Gelombang Baru Kasus Covid-19 Menunjukkan Pandemi Belum Berakhir

Dia pun mendesak negara-negara di Amerika untuk menerapkan kembali langkah-langkah protokol kesehatan masyarakat, seperti menggunakan masker  dan menjaga jarak, ketika kasus Covid-19 melonjak.

"Virus ini tidak mengenal batas, apalagi sekarang perjalanan internasional telah dimulai kembali. Kita harus menggunakan setiap alat yang kita miliki untuk melindungi diri kita sendiri, terutama kita yang paling rentan terhadap penyakit parah dan kematian," tegasnya.

Dibandingkan dengan minggu sebelumnya, kasus Covid-19 di wilayah Amerika Selatan meningkat 2% dan di Amerika Tengah mencapai 55%. Kasus menurun 5,2% di Karibia dan 4,5% di Amerika Utara.

Semantara kematian akibat Covid-19 melonjak 14,2% di Amerika Selatan, tapi menurun di tiga wilayah lain di Amerika.

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru