CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.018,33   10,53   1.04%
  • EMAS995.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.30%
  • RD.CAMPURAN -0.02%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Panaskan Situasi, Korea Utara Luncurkan Lagi Rudal Balistik


Rabu, 04 Mei 2022 / 19:05 WIB
Panaskan Situasi, Korea Utara Luncurkan Lagi Rudal Balistik


Sumber: Arab News | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Korea Utara kembali memancing situasi panas. Negeri tertutup itu telah meluncurkan rudal balistik ke arah perairan timurnya pada Rabu (4/5).

Peluncuran rudal balistik itu disampaikan pejabat Korea Selatan dan Jepang, beberapa hari setelah pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berjanji untuk meningkatkan persenjataan nuklirnya “secepat mungkin” dan mengancam akan menggunakannya melawan musuh-musuhnya.

Seperti dikutip Arab News, peluncuran rudal itu dilakukan enam hari sebelum presiden baru Korea Selatan yang konservatif menjabat untuk masa jabatan lima tahun.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa rudal itu ditembakkan dari wilayah ibu kota Korea Utara dan terbang ke perairan lepas pantai timur Korea Utara.

Militer Korea Selatan terus memantau kemungkinan peluncuran senjata tambahan oleh Korea Utara.

Baca Juga: PBB: Perang Ukraina Akan Memperburuk Kelaparan Parah di Seluruh Dunia

Kementerian Pertahanan Jepang juga menyebutkan Korea Utara telah menembakkan rudal balistik tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Pasukan penjaga Pantai Jepang meminta kapal-kapal yang melintas di lepas pantai Jepang untuk menjauh dari kemungkinan pecahan rudal balistik Korea Utara.

Langkah Korea Utara yang luar biasa cepat dalam pengujian senjata tahun ini menggarisbawahi tujuan gandanya untuk memajukan program misilnya dan menerapkan tekanan pada Amerika Serikat (AS) atas sanksi yang semakin dalam dalam negosiasi nuklir.

Ada juga tanda-tanda bahwa Korea Utara sedang mempersiapkan uji coba nuklir di fasilitas pengujian timur lautnya yang terpencil. Jika terjadi, ledakan uji bom atom oleh Korea Utara itu akan menjadi yang ketujuh dari jenisnya dan yang pertama sejak 2017.

Pekan lalu, Kim Jong Un memamerkan rudal berkemampuan nuklir paling kuat yang menargetkan Amerika Serikat dan sekutunya selama parade militer besar-besaran di ibu kota, Pyongyang.

Dalam pidato di parade tersebut, Kim mengatakan dia akan mengembangkan persenjataannya pada “kecepatan secepat mungkin” dan memperingatkan bahwa Korea Utara akan menggunakan senjata nuklirnya terlebih dahulu jika kepentingan nasionalnya terancam.

Tampaknya sikap sembrono Kim dimaksudkan untuk meningkatkan persenjataan senjatanya dan menerapkan lebih banyak tekanan pada Washington dan Seoul untuk menerima negaranya sebagai negara nuklir dan melonggarkan sanksi internasional yang ekstensif, kata para pengamat.

Peluncuran hari Rabu dilakukan sebelum pelantikan Presiden terpilih Korea Selatan Yoon Suk Yeol pada 10 Mei, yang telah berjanji untuk meningkatkan kemampuan rudal Seoul dan memperkuat aliansi militernya dengan Washington untuk mengatasi peningkatan ancaman nuklir Korea Utara dengan lebih baik.

Korea Utara memiliki sejarah meningkatkan permusuhan dengan uji coba senjata ketika Seoul dan Washington meresmikan pemerintahan baru dalam upaya nyata untuk meningkatkan pengaruhnya dalam negosiasi di masa depan.

Baca Juga: Korea Utara Menerjunkan Pekerja Kantoran untuk Membantu Petani Melawan Kekeringan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Data Analysis with Excel Pivot Table Supply Chain Management on Distribution Planning (SCMDP)

[X]
×