CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.012,04   -6,29   -0.62%
  • EMAS990.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.27%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

Parlemen Belanda Usulkan Undang-Undang Isinya Work From Home Jadi Hak dari Karyawan


Rabu, 06 Juli 2022 / 02:55 WIB
Parlemen Belanda Usulkan Undang-Undang Isinya Work From Home Jadi Hak dari Karyawan
ILUSTRASI. Seorang karyawan menjalankan aktivitas work from home atau bekerja dari rumah di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Rabu (18/3).KONTAN/Carolus Agus Waluyo


Reporter: Lamgiat Siringoringo | Editor: Lamgiat Siringoringo

KONTAN.CO.ID - AMSTERDAM.  Dua anggota parlemen Belanda dilaporkan mengusulkan undang-undang untuk menetapkan kerja dari rumah atau work from Home (WFH) sebagai hak untuk karyawan yang perlu dilindungi hukum.

Menurut laporan Bloomberg, Jika aturan ini berhasil maka  menjadikan Belanda salah satu negara pertama yang memberikan fleksibilitas kerja jarak jauh secara hukum.  

Undang-undang tersebut akan diperkenalkan oleh Steven van Weyenberg, seorang anggota Partai Demokrat-66 yang pro-Eropa, dan Senna Maatoug, seorang anggota parlemen dari Partai Hijau.   

work Baca Juga: Curhat Bos Teknologi Amerika Serikat Melihat Kondisi Ekonomi

Kedua anggota parlemen Belanda akan mengajukan proposal ke parlemen sebelum mereka memasuki reses musim panas pada 3 Juli 2022.

“Kami mendapat lampu hijau untuk undang-undang baru ini berkat dukungan yang kami terima dari pekerja dan serikat pekerja. Kami sangat berharap itu akan berlalu sebelum musim panas,"” kata Weyenberg.

Menariknya di tengah rencana WFH menjadi hak dari karyawan, sebenarnya Belanda telah memiliki rata-rata minggu kerja terpendek, dengan orang Belanda bekerja rata-rata 29,5 jam per minggu.

Baca Juga: Uang Miliaran Dolar Elon Musk Lenyap, Ini Sebabnya

Sebelumnya pada April 2022, raksasa teknologi Dell dilaporkan telah menawarkan beberapa stafnya di Belanda opsi kerja 4 hari seminggu sebagai bagian dari uji coba yang bertujuan menawarkan pengaturan yang lebih fleksibel bagi karyawan.

Sebelumnya juga, Elon Musk bos Tesla memberikan ultimatum kepada staf perusahaan untuk datang ke kantor atau berhenti.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×