kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.546.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 18.159   -7,00   -0,04%
  • IDX 5.057   -41,01   -0,80%
  • KOMPAS100 651   -4,49   -0,68%
  • LQ45 515   -0,12   -0,02%
  • ISSI 169   -2,02   -1,18%
  • IDX30 290   0,46   0,16%
  • IDXHIDIV20 392   3,47   0,89%
  • IDX80 75   -0,37   -0,49%
  • IDXV30 109   1,70   1,58%
  • IDXQ30 98   0,32   0,33%

Pasar Global: Saham Jatuh Tertekan Kekhawatiran Prospek AI, Obligasi Menguat


Sabtu, 31 Oktober 2026 / 07:15 WIB
Pasar Global: Saham Jatuh Tertekan Kekhawatiran Prospek AI, Obligasi Menguat
ILUSTRASI. Wall Street - Bursa AS (REUTERS/Jeenah Moon)


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - NEW YORK/LONDON. Aksi jual tajam pada saham-saham teknologi di Wall Street mendorong indeks global MSCI turun 1,5% pada Jumat (30/10/2026).

Kondisi ini memicu investor beralih ke aset yang lebih aman, yakni obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) atau US Treasury, di tengah kekhawatiran bahwa investasi besar-besaran dalam kecerdasan buatan (AI) yang menyedot banyak kas dan mungkin tidak memberikan imbal hasil yang memadai.

Saham produsen cip Intel anjlok 28,6%, sementara saham Amazon turun 1,4% setelah laporan kinerja keduanya menunjukkan besarnya pengeluaran kas untuk pengembangan terkait AI. Intel juga menyatakan bahwa permintaan PC telah melambat, dan tren ini diperkirakan akan berlanjut hingga tahun depan.

Saham Alphabet, perusahaan induk Google, kembali turun 1,4%—setelah sebelumnya merosot 12,6% pada hari Kamis—menyusul laporan bahwa pengeluaran masif untuk AI telah membuat arus kas perusahaan menjadi negatif.

"Kita telah menyaksikan kenaikan yang sangat besar di sektor ini secara keseluruhan," ujar Sahak Manuelian, direktur pelaksana untuk penjualan dan perdagangan ekuitas global di Wedbush Securities, merujuk pada saham-saham yang terkait dengan AI seperti dikutip Reuters.

Ketika terjadi lonjakan harga yang sangat tajam (parabolik), koreksi yang terjadi pun bisa menjadi sangat dalam. "Menurut saya, itulah yang sedang kita lihat saat ini. Selain itu, ada pula investor yang mulai menarik dana mereka dan mengalihkannya ke sektor lain," imbuh Manuelian.

Baca Juga: Binance Berupaya Pulihkan Kepercayaan Setelah Dibobol US$ 6,3 Miliar

Sebelumnya, Gene Goldman, kepala investasi di Cetera, menggambarkan perdagangan saham hari Jumat sebagai sebuah pertunjukan horor, dengan pengeluaran untuk kecerdasan buatan (AI) sebagai penyebab utamanya.

Tingginya pembakaran kas dan belanja modal (capex) memicu pertanyaan apakah imbal hasil dari investasi AI tersebut akan sepadan dengan pengeluaran yang telah dikeluarkan.

Goldman juga menyebutkan, tekanan akibat kenaikan harga minyak—dipicu oleh serangkaian serangan di Timur Tengah—serta kekhawatiran mengenai peretasan di Binance, bursa mata uang kripto terbesar di dunia, turut menambah sentimen negatif. Nilai Bitcoin dan mata uang kripto lainnya pun mengalami penurunan.

Jumat (30/10/2026), indeks Dow Jones Industrial Average turun 572,25 poin atau 1,09% menjadi 51.770,31; indeks S&P 500 turun 140,32 poin atau 1,82% menjadi 7.580,07; dan indeks Nasdaq Composite turun 747,73 poin atau 2,86% menjadi 25.437,00.

Indeks MSCI untuk saham global turun 17,15 poin atau 1,51% menjadi 1.115,47. Sebelumnya, indeks STOXX 600 di Eropa ditutup melemah 0,36%.

Di Wall Street, aksi jual saham Intel merembet ke sektor cip. Indeks semikonduktor PHLX ditutup turun lebih dari 7% setelah sempat menyentuh level terendahnya sejak Mei, yang menandai penurunan harian terbesar sejak akhir Juni. Indeks teknologi S&P 500 kehilangan 4,2%, mencatatkan kinerja terlemahnya sejak awal Juni.

Pasar Mata Uang

Di pasar mata uang, yen mencatatkan kenaikan harian untuk hari ketiga berturut-turut terhadap dolar pada hari Jumat, setelah Bank of Japan mempertahankan suku bunga namun merevisi naik prakiraan inflasinya. Sementara itu, gelombang aksi jual baru pada saham-saham sektor kecerdasan buatan (AI) memicu permintaan terhadap aset aman (safe haven) di luar mata uang dolar.

Indeks dolar, yang mengukur kinerja mata uang AS terhadap sekeranjang mata uang lain termasuk yen dan euro, naik 0,04% ke level 101,92, sementara euro melemah 0,13% menjadi US$ 1,1163.

Terhadap yen Jepang, dolar melemah 0,1% menjadi 157,54.

Baca Juga: BRICS+ Siapkan Sistem Pembayaran Baru untuk Kurangi Ketergantungan pada Dolar AS

Di pasar mata uang kripto, bitcoin turun 2,49% menjadi US$ 76.877,30. Ethereum melemah 1,01% menjadi US$ 2.236,76.

Harga obligasi pemerintah AS (US Treasuries) naik, dengan imbal hasil (yield) obligasi tenor 10 tahun—yang menjadi acuan—menuju penurunan bulanan terbesar dalam hampir tiga tahun terakhir, seiring dengan aksi jual saham-saham sektor teknologi yang mendorong investor beralih ke aset aman tersebut.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 5,8 basis poin menjadi 4,931%, sementara imbal hasil obligasi tenor 30 tahun turun 1,97 basis poin menjadi 5,3093%.

Imbal hasil obligasi tenor 2 tahun, yang biasanya bergerak sejalan dengan ekspektasi suku bunga Federal Reserve, turun 6,64 basis poin menjadi 4,59%.

Harga minyak ditutup pada level tertinggi dalam enam bulan seiring dengan antisipasi para pedagang terhadap potensi eskalasi konflik yang melibatkan Iran pasca-pemilihan paruh waktu AS pada hari Selasa.

Konflik tersebut telah berlangsung selama delapan bulan tanpa penyelesaian. Pada hari Jumat, sebuah kapal tanker di Selat Hormuz diserang, yang menyoroti risiko berkelanjutan terhadap pasokan.

Harga minyak mentah AS ditutup naik 2,08%, atau $2,12, menjadi US$ 104,12 per barel. Minyak mentah Brent ditutup pada harga US$ 117,63 per barel, naik 2,4% atau US$ 2,76 per barel pada hari tersebut.

Harga logam mulia mengalami penurunan. Harga emas turun ke level terendah dalam satu tahun pada hari Jumat, sementara harga perak merosot ke bawah US$ 50 per ons untuk pertama kalinya sejak November 2025. Kondisi ini dipicu oleh kenaikan harga energi dan kekhawatiran inflasi yang terus berlanjut, yang memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga AS akan tetap berada di level tinggi.

Harga emas di pasar spot turun 3,63% menjadi US$ 3.874,58 per ons, sedangkan harga perak di pasar spot turun 6,36% menjadi US$ 49,06 per ons.

Baca Juga: Dana Saham Global Catat Aliran Masuk US$ 10,19 Miliar, Asia Jadi Magnet


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×