kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -20.000   -0,77%
  • USD/IDR 17.925   16,00   0,09%
  • IDX 5.926   -10,17   -0,17%
  • KOMPAS100 765   -0,18   -0,02%
  • LQ45 589   -1,71   -0,29%
  • ISSI 206   -0,73   -0,35%
  • IDX30 328   -1,45   -0,44%
  • IDXHIDIV20 422   -0,98   -0,23%
  • IDX80 87   -0,08   -0,10%
  • IDXV30 116   -0,04   -0,04%
  • IDXQ30 108   -0,46   -0,42%

PBB menunda pemungutan suara terkait embargo senjata ke Myanmar


Selasa, 18 Mei 2021 / 14:05 WIB
ILUSTRASI. Seorang tentara melihat spanduk yang ditempelkan di kendaraan militer di luar Bank Sentral Myanmar selama protes terhadap kudeta militer, di Yangon, Myanmar, 15 Februari 2021.


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Menurut data kelompok advokasi yang dikutip Reuters, hingga saat ini setidaknya ada 788 orang telah terbunuh oleh pasukan keamanan junta dalam serangkaian demonstrasi yang berujung kekerasan.

Jika draf resolusi ini nantinya disetujui, PBB akan mendesak militer Myanmar agar mengizinkan utusan khusus PBB untuk berkunjung ke Myanmar dan mempermudah upaya ASEAN untuk menyelesaikan konflik.

Meskipun PBB melalui Majelis Umum telah mengupayakan sanksi hingga embargo senjata, namun hanya Dewan Keamanan yang yang dapat menjatuhkan sanksi yang mengikat secara hukum.

Sayangnya, banyak diplomat tinggi di PBB yang meragukan sanksi atau embargo dari Dewan Keamanan karena Rusia dan China kemungkinan akan menggunakan veto untuk mencegah tindakan itu kepada Myanmar.

Selanjutnya: Ratusan kelompok HAM mendesak PBB berlakukan embargo senjata di Myanmar




TERBARU

[X]
×