kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Pemegang Saham Apple Tolak Laporan Risiko Ketergantungan Manufaktur di China


Rabu, 25 Februari 2026 / 05:28 WIB
Pemegang Saham Apple Tolak Laporan Risiko Ketergantungan Manufaktur di China
ILUSTRASI. Apple (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - NEW YORK.  Pemegang saham Apple menolak usulan yang meminta perusahaan menyusun laporan khusus terkait risiko ketergantungan manufaktur di China.

Keputusan itu diambil dalam rapat umum pemegang saham tahunan (AGM) perusahaan.

Penolakan tersebut terjadi di tengah upaya Apple selama hampir satu dekade terakhir untuk mendiversifikasi basis produksinya. Perusahaan telah memperluas manufaktur ke sejumlah negara lain, termasuk Vietnam dan India, serta meningkatkan kapasitas perakitan di Amerika Serikat. 

Apple sebelumnya juga menyatakan akan mulai merakit sebagian komputer Mac mini di AS pada akhir tahun ini guna memenuhi permintaan domestik.

Baca Juga: Berkshire Ungkap Kepemilikan Saham Baru Alphabet US$ 4,3 Miliar, Kurangi Saham Apple

Usulan yang ditolak itu menyoroti potensi risiko operasional dan geopolitik akibat masih besarnya porsi produksi Apple yang bergantung pada China. 

Namun mayoritas pemegang saham menilai langkah diversifikasi yang sudah berjalan cukup untuk mengelola risiko tersebut.

Dalam sesi tanya jawab dengan pemegang saham, CEO Apple Tim Cook menegaskan bahwa perusahaan tetap berkomitmen meningkatkan dividen tahunan. 

Meski begitu, ia menekankan bahwa prioritas utama Apple saat ini adalah investasi jangka panjang, terutama pada pengembangan teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI).

Baca Juga: Tren Permintaan iPhone 17 Cukup Positif, Saham Apple Ukir Rekor Tertingginya

“Kami memulai dengan memastikan semua investasi penting untuk mengembangkan dan mengelola bisnis, berinovasi, serta mendukung peta jalan produk dan layanan,” ujar Cook. 

Menurutnya, keputusan investasi tersebut menjadi faktor paling besar dalam menciptakan nilai berkelanjutan bagi pemegang saham.

Selanjutnya: Tekanan Jual Emiten dan Pelemahan Rupiah Berlanjut, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Menarik Dibaca: Puasa Rentan Emosi, Daftar Makanan Ini Bisa Menyelamatkan Mood Anda




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×