kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.707   26,00   0,15%
  • IDX 6.461   -73,54   -1,13%
  • KOMPAS100 856   -10,81   -1,25%
  • LQ45 651   -8,28   -1,26%
  • ISSI 223   -1,77   -0,79%
  • IDX30 361   -4,82   -1,31%
  • IDXHIDIV20 451   -6,99   -1,53%
  • IDX80 98   -1,17   -1,18%
  • IDXV30 124   -1,89   -1,50%
  • IDXQ30 117   -1,35   -1,15%

Pemimpin komunitas Rohingya tewas tertembak di kamp pengungsian Bangladesh


Kamis, 30 September 2021 / 14:03 WIB
ILUSTRASI. Mohib Ullah, pemimpin Arakan Rohingya Society for Peace and Human Rights, berbicara di telepon di kamp Kutupalong di Cox's Bazar, Bangladesh 7 April 2019.


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Bersama organisasinya, Mohib berupaya mencari pengakuan atas kelompok Rohingya secara internasional. Saat bertemu dengan UNHRC, dia mengatakan, Rohingya menginginkan lebih banyak suara untuk masa depan mereka sendiri.

Sayangnya, kegigihan Mohib justru membuatnya menjadi sasaran kelompok garis keras dan dia menerima ancaman pembunuhan. Dalam wawancaranya dengan Reuters tahun 2019, Mohib bahkan rela mati demi keadilan bagi masyarakat Rohingya.

Aung Kyaw Moe, seorang aktivis masyarakat sipil Rohingya dan penasihat Pemerintah Persatuan Nasional Myanmar, mengatakan, kematian Mohib Ullah adalah kerugian besar bagi komunitas Rohingya.

"Dia selalu sadar ada ancaman, tetapi dia berpikir bahwa meskipun ada ancaman jika dia tidak melakukan pekerjaan yang dia lakukan, tidak ada orang lain yang akan melakukannya," katanya.

Selanjutnya: 116 Orang tewas dalam kerusuhan penjara di Ekuador, 6 di antaranya terpenggal




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×