116 Orang tewas dalam kerusuhan penjara di Ekuador, 6 di antaranya terpenggal

Kamis, 30 September 2021 | 13:14 WIB Sumber: Reuters
116 Orang tewas dalam kerusuhan penjara di Ekuador, 6 di antaranya terpenggal

ILUSTRASI. Tentara memeriksa ambulans di penjara Penitenciaria del Litoral setelah tahanan tewas dan lainnya terluka dalam kerusuhan di Guayaquil, Ekuador, 28 September 2021.


KONTAN.CO.ID - GUAYAQUIL. Kerusuhan besar di penjara Penitenciaria del Litoral Ekuador menewaskan sedikitnya 116 orang. Insiden ini memaksa Presiden Guillermo Lasso mengirim pasukan keamanan tambahan pada Rabu (29/9).

Kerusuhan pecah pada Selasa (28/9) malam di Penitenciaria del Litoral, salah satu penjara terbesar di Ekuador, yang terletak di provinsi Guayas.

Melansir Reuters, kerusuhan dipicu oleh perkelahian berdarah antargeng untuk menguasai penjara dan telah terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

"Kelompok-kelompok kriminal berusaha mengubah penjara menjadi medan pertempuran untuk perselisihan kekuasaan. Saya meminta Tuhan untuk memberkati Ekuador dan kita bisa menghindari lebih banyak korban jiwa," kata Presiden Lasso.

Bentrokan yang terjadi kali ini tercatat sebagai yang paling mematikan sepanjang sejarah kerusuhan penjara di Ekuador. Kerusuhan seperti ini kerap terjadi di beberapa penjara Ekuador.

Pada Februari 2021, setidaknya ada 79 orang yang tewas dalam kerusuhan penjara di berbagai daerah. Di Juli lalu, kerusuhan serupa merenggut nyawa 22 orang.

Baca Juga: Melunak, Kim Jong Un berniat memulihkan hotline antar-Korea mulai bulan Oktober

Reuters melaporkan, saat ini sudah ada 116 orang yang tewas dalam kerusuhan di Penitenciaria del Litoral. Sekitar 80 narapidana lainnya mengalami luka-luka.

Kantor kejaksaan Ekuador mengatakan, 6 tahanan yang terbunuh di Penitenciaria del Litoral dipenggal kepalanya.

Keluarga para narapidana mulai terlihat mendatangi penjara untuk mengetahui nasib kerabatnya dan menuntut pertanggungjawaban dari pejabat yang bertanggung jawab atas keselamatan narapidana. Pemerintah berjanji akan membantu keluarga narapidana yang tewas dan terluka. 

Komisi Hak Asasi Manusia Inter-Amerika (IACHR) mengutuk kekerasan tersebut. Human Rights Watch juga mendesak Pemerintah Ekuador untuk menyelidiki secara menyeluruh insiden ini dan membawa mereka yang bertanggungjawab ke pengadilan.

Presiden Lasso pada Agustus lalu sempat berjanji akan menyediakan lebih banyak dana untuk membangun sistem penjara yang lebih luas dan memasang peralatan baru untuk meningkatkan keamanan.

Selanjutnya: Dua orang warga negara AS akhirnya kembali setelah 3 tahun ditahan di China

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru