CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Pendiri Oracle Larry Ellison Urungkan Rencana Penjualan Saham


Minggu, 13 September 2026 / 14:50 WIB
Pendiri Oracle Larry Ellison Urungkan Rencana Penjualan Saham
ILUSTRASI. Lawrence Joseph Ellison semula berencana menjual hingga 50 juta saham Oracle, nilainya mencapai sekitar US$ 7,5 miliar (REUTERS/Stephen Lam)


Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - AUSTIN. Larry Ellison mengurungkan niatan menjual kepemilikan sahamnya di Oracle. Salah satu pendiri sekaligus Chief Technology Officer Oracle tersebut semula berencana menjual hingga 50 juta saham Oracle. Bila dihitung berdasarkan harga penutupan saham Oracle di Jumat (11/9/2026), nilainya mencapai sekitar US$ 7,5 miliar.

Reuters melaporkan, dalam keterbukaan informasi kepada otoritas, Oracle mengungkapkan Ellison sebelumnya menetapkan rencana penjualan tersebut pada 22 Juni 2026, dengan jadwal berakhir pada 24 Oktober 2026.

"Tidak ada saham Oracle yang dijual berdasarkan rencana tersebut, dan ia tidak memiliki rencana lain untuk menjual saham Oracle miliknya," ujar Oracle, Sabtu (12/9/2026).

Oracle tidak memberikan alasan mengenai pembatalan rencana perdagangan Ellison. Pria yang kini berusia 82 tahun tersebut pernah menjabat sebagai CEO Oracle hingga tahun 2014. Ellison juga merupakan pemegang saham terbesar Oracle, dengan kepemilikan lebih dari 38%.

Baca Juga: Sam Altman: OpenAI Tak Akan IPO pada 2026, Risiko AI Jadi Sorotan

Saham Oracle mengalami tekanan berat tahun ini akibat kekhawatiran investor yang meningkat terkait lonjakan belanja modal yang membebani arus kas bebas perusahaan. Harga sahamnya telah turun hampir 23% sepanjang tahun ini dan berada lebih dari 18% di bawah level penutupan pada 18 Juni, hari perdagangan terakhir sebelum Ellison menetapkan rencana tersebut.

Awal pekan ini, Oracle melaporkan kinerja kuartalan yang melampaui perkiraan Wall Street serta penggunaan kas yang lebih rendah dari dugaan. Ini meredakan sebagian kekhawatiran mengenai belanja besar-besaran yang didanai utang dan memicu lonjakan harga saham pada perdagangan Jumat.

Namun, pergerakan saham kemudian berbalik arah setelah para analis menyatakan bahwa pemulihan arus kas masih membutuhkan waktu cukup lama.

Oracle juga mengumumkan bahwa biaya restrukturisasi, bagian dari rencana yang mencakup pengurangan jumlah karyawan, akan meningkat sekitar US$ 700 juta.




TERBARU

[X]
×