kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.844.000   -183.000   -6,05%
  • USD/IDR 16.775   -30,00   -0,18%
  • IDX 8.123   199,87   2,52%
  • KOMPAS100 1.137   29,35   2,65%
  • LQ45 824   17,48   2,17%
  • ISSI 289   10,45   3,75%
  • IDX30 430   9,01   2,14%
  • IDXHIDIV20 515   9,13   1,81%
  • IDX80 127   3,21   2,60%
  • IDXV30 141   5,28   3,90%
  • IDXQ30 139   1,96   1,43%

Penelitian terbaru: Sebelum muncul di China, virus corona telah ada di AS


Rabu, 02 Desember 2020 / 09:59 WIB
Penelitian terbaru: Sebelum muncul di China, virus corona telah ada di AS
ILUSTRASI. Petugas kebersihan Gedung Putih menyemprot ruang pengarahan media di Washington, Amerika Serikat, Senin (5/10/2020). REUTERS/Erin Scott


Sumber: South China Morning Post | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Sejalan dengan itu, hasil swab seorang pasien rumah sakit di Prancis yang diambil pada 27 Desember 2019 juga menunjukkan adanya virus Sars-Cov-2.

Kedua set sampel di Eropa tersebut diambil sebelum virus diidentifikasi di Wuhan, menambah perdebatan politis tentang asal-usul virus corona.

Laporan terbaru dari CDC ini diharapkan bisa membantu tugas tim khusus WHO yang saat ini sedang mencoba mencari tahu dari mana penyakit itu berasal.

Menurut WHO, penelitian itu berupaya untuk menemukan spesies hewan yang diduga asal virus corona. Hingga saat ini penelitian masih belum menemukan hasil. Tim khusus bernama Lancet ini juga akan fokus pada penyebaran awal Sars-CoV-2.

WHO mengatakan timnya akan memulai penyelidikannya di Wuhan. Upaya untuk menemukan bagaimana virus corona bisa melewati batas hewan-manusia dinilai WHO bisa memakan waktu bertahun-tahun dan tidak akan pernah tercapai.

Selanjutnya: Intelijen Jepang: Kim Jong Un sudah disuntik vaksin Covid-19 China




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×