Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Penjualan mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) di pasar utama Eropa melonjak pada April 2026.
Kenaikan ini memperpanjang tren pertumbuhan kuat yang didorong subsidi pemerintah, dukungan kebijakan, serta kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Baca Juga: Rusia Soroti Langkah AS dan UE Amankan Mineral Kritis di Asia Tengah
Berdasarkan data E-Mobility Europe, New Automotive, dan Fier Automotive yang dirilis Rabu (20/5/2026), registrasi kendaraan listrik penuh di 15 pasar utama Eropa naik 34,1% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi 201.541 unit pada April 2026.
Kenaikan tersebut melanjutkan tren positif setelah registrasi kendaraan listrik melonjak 51,3% pada Maret lalu.
Pertumbuhan itu menunjukkan transisi menuju kendaraan listrik di Eropa semakin cepat, meski produsen otomotif masih menghadapi lemahnya permintaan konsumen di sejumlah pasar serta tekanan persaingan dari produsen China.
Baca Juga: Yield Obligasi Jepang Dekati Rekor, Pasar Menanti Lelang 20 Tahun
“Pelajaran kebijakannya jelas: ketika pemerintah memberikan kepercayaan kepada konsumen, adopsi kendaraan listrik akan meningkat lebih cepat,” tulis ketiga lembaga tersebut dalam pernyataan bersama.
Mereka menilai percepatan adopsi kendaraan listrik didukung berbagai kebijakan seperti insentif pembelian, keringanan pajak, program social leasing, serta investasi industri otomotif.
Meski demikian, pertumbuhan pasar kendaraan listrik di Eropa masih berlangsung tidak merata antarnegara.
Secara kumulatif Januari–April 2026, registrasi kendaraan listrik berbasis baterai meningkat 31,3% menjadi 740.021 unit.
Baca Juga: Vance Pastikan Perang AS-Iran Tak Berlangsung Lama, Tekanan Politik Trump Menguat
Kenaikan penggunaan kendaraan listrik tersebut diperkirakan telah membantu mengurangi konsumsi minyak hampir 3 juta barel.
Jerman masih menjadi pasar terbesar kendaraan listrik di Eropa, dengan pangsa BEV mencapai 25,8% dari total registrasi kendaraan pada April. Sementara Prancis mencatat pangsa sebesar 26,2%.
Negara-negara Eropa Utara tetap menjadi pemimpin adopsi kendaraan listrik. Norwegia mencatat pangsa kendaraan listrik mencapai 98,6%, disusul Denmark 81,9%, Finlandia 48,8%, dan Swedia 40,7%.
Sementara itu, Spanyol dan Polandia mencatat pertumbuhan signifikan dari basis yang lebih rendah.
Registrasi kendaraan listrik di Spanyol naik 37,3% sejak awal tahun, sedangkan Polandia melonjak 50,1%, meski pangsa pasar keduanya masih di bawah 10%.
Baca Juga: Usai Trump, Xi “Pamer” Diplomasi Teh: Putin Datang ke Beijing Bahas Dunia Multipolar
Adapun Italia menjadi pasar besar dengan pertumbuhan tercepat, yakni melonjak 97,2%.
Data tersebut bersumber dari European Alternative Fuels Observatory dan dirilis menjelang publikasi data registrasi kendaraan terbaru dari European Automobile Manufacturers’ Association pada 27 Mei mendatang.













