kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Per Desember, Pengangguran di AS Melonjak Jadi 7,2%


Senin, 12 Januari 2009 / 09:05 WIB


Reporter: Femi Adi Soempeno |

WASHINGTON. Tingkat pengangguran di AS melonjak menjadi 7,2% di bulan Desember. Artinya pengangguran di negara Paman Sam sudah menjadi paling tinggi sepanjang 16 tahun ini terakhir, seiring dengan banyaknya perusahaan yang memangkas pekerja di tahun 2008. Secara umum pasar tenaga kerja di AS terlihat buram.

Tingkat pengangguran tersebut naik dari 6,8% di bulan November. Peningkatan tersebut menggiring angka ini menjadi yang paling tinggi sejak Januari 1993. Departemen Tenaga Kerja As menegaskan, lebih dari 11,1 juta orang AS menganggur di bulan Desember, naik dari 3,6 juta orang saat resesi dimulai pada Desember 2007.

Setidaknya, di bulan Desember lalu perusahaan merumahkan sebanyak 524 ribu karyawannya, mengikuti pengirisan sebanyak 584 ribu karyawannya di bulan sebelumnya.

Para ekonom menyatakan bahwa jumlah ini akan meningkat tajam sebelum nantinya pasar tenaga kerja kembali pulih. Hal ini seperti menegaskan bahwa inilah dampak dari resesi yang berkepanjangan dan sangat curam sejak era perang dunia berakhir.

"Jika paket stimulus fiskal bisa ditetapkan lebih cepat, maka tingkat pengangguran ini bisa dikurangi di semester kedua tahun ini. Sehingga, awal 2010 prospek pasar tenaga kerja akan menjadi lebih baik," kata IHS Global Insight Chief Economist Nariman Behravesh.

Presiden terpilih Barack Obama juga mengatakan, bahwa suramnya data pengangguran tersebut mengingatkan kita bahwa langkah yang mendesak sangatlah diperlukan.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×