kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.717   10,00   0,06%
  • IDX 6.461   -73,54   -1,13%
  • KOMPAS100 856   -10,81   -1,25%
  • LQ45 651   -8,28   -1,26%
  • ISSI 223   -1,77   -0,79%
  • IDX30 361   -4,82   -1,31%
  • IDXHIDIV20 451   -6,99   -1,53%
  • IDX80 98   -1,17   -1,18%
  • IDXV30 124   -1,89   -1,50%
  • IDXQ30 117   -1,35   -1,15%

Perdana Menteri Ethiopia pemenang Nobel Perdamaian, kepala negara termuda di Afrika


Jumat, 11 Oktober 2019 / 16:58 WIB
ILUSTRASI. Perdana menteri Ethiopia yang baru terpilih Abiy Ahmed menghadiri rapat umum selama kunjungannya ke Ambo di wilayah Oromiya, Ethiopia 11 April 2018. REUTERS / Tiksa Negeri


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

Ia akan melakukan perubahan mulai dari liberalisasi parsial ekonomi yang dikendalikan oleh negara hingga merombak pasukan keamanan yang telah membantu koalisinya yang berkuasa mempertahankan cengkeraman yang kuat pada kekuasaan sejak 1991, janji-janji itu telah meningkatkan harapan di baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Prestasi penting Abiy sampai saat ini adalah mengamankan perdamaian dengan Eritrea negara tetangganya.

Yang masih harus dilihat adalah apakah Abiy, yang bergabung dengan tentara Ethiopia pada usia remaja dan meraih kekuasaan melalui koalisi EPRDF yang berkuasa selama dua dekade terakhirr, dapat membentuk kembali Ethiopia dan membukanya ke dunia dari dalam sistem saat ini.

Baca Juga: Hadiah Nobel Kimia 2019 jadi milik tiga pengembang baterai lithium

Abiy menghadapi tantangan termasuk penolakan untuk berubah karena kepentingan pribadi dalam koalisinya, dan kemungkinan bahwa kekerasan, termasuk pada bulan Juni ketika seorang pemimpin milisi negara yang jahat membunuh presiden negara bagian tersebut dan pejabat tinggi lainnya, dapat meningkat.

Anak-anak muda Ethiopia  yang menginginkan pekerjaan, pengembangan, dan peluang untuk maju menaruh harapan yang tinggi terhadap Abiy.

Sebagai catatan, Hadiah Nobel Perdamaian akan diberikan  keapda Abiy di Oslo pada 10 Desember, hari peringatan kematian industrialis Swedia Alfred Nobel, yang mendirikan penghargaan itu pada tahun 1895.




TERBARU

[X]
×