kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Peringatan Iran kepada Dunia: Bersiap Harga Minyak Sentuh US$ 200


Kamis, 12 Maret 2026 / 06:05 WIB
Peringatan Iran kepada Dunia: Bersiap Harga Minyak Sentuh US$ 200
ILUSTRASI. Peringatan Iran soal minyak US$ 200/barel bukan isapan jempol. Konflik Timur Tengah kini mengancam pasokan global, memaksa IEA siapkan cadangan. (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Iran memperingatkan dunia agar bersiap menghadapi lonjakan harga minyak hingga US$200 per barel, seiring meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu gangguan besar pada pasokan energi global.

Peringatan itu disampaikan setelah pasukan Iran menyerang sejumlah kapal dagang pada Rabu (11/3/2026), sementara International Energy Agency (IEA) mengusulkan pelepasan cadangan minyak strategis dalam jumlah besar untuk meredam salah satu guncangan harga minyak terburuk sejak krisis energi 1970-an.

Melansir Reuters, konflik yang dipicu serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran hampir dua pekan lalu telah menewaskan sekitar 2.000 orang, sebagian besar warga Iran dan Lebanon. Perang tersebut juga meluas ke wilayah Lebanon serta mengguncang pasar energi dan transportasi global.

Meski Pentagon menyebut serangan udara yang dilakukan sebagai yang paling intens sejak perang dimulai, Iran masih mampu melancarkan serangan balasan. Pada Rabu, Iran kembali menembakkan serangan ke Israel dan sejumlah target di kawasan Timur Tengah.

Di perairan Teluk, tiga kapal dilaporkan terkena serangan proyektil. Pasukan Garda Revolusi Iran menyatakan pihaknya menembaki kapal yang disebut tidak mematuhi perintah mereka.

Presiden AS Donald Trump juga mengisyaratkan bahwa konflik belum akan berakhir dalam waktu dekat. Dalam sebuah rapat umum di Kentucky, Trump menyatakan Amerika Serikat tidak ingin menghentikan operasi militer terlalu cepat.

“Kita harus menyelesaikan pekerjaan ini,” ujar Trump.

Baca Juga: Klaim Trump: AS Menang Perang Iran, Ini Buktinya!

Ia juga mengklaim pasukan AS telah menghancurkan 58 kapal angkatan laut Iran dan memperkirakan harga minyak pada akhirnya akan turun.

Di sisi lain, laporan media menyebut Federal Bureau of Investigation (FBI) memperingatkan potensi ancaman drone Iran terhadap pantai barat Amerika Serikat. Namun Trump mengatakan dirinya tidak terlalu khawatir terhadap kemungkinan serangan Iran di wilayah AS.

Departemen Luar Negeri AS juga memperingatkan bahwa Iran dan kelompok milisi sekutunya kemungkinan menargetkan infrastruktur energi milik AS di Irak.

Tujuan utama operasi militer AS dan Israel, menurut pejabat kedua negara, adalah menghentikan kemampuan Iran memproyeksikan kekuatan militernya ke luar negeri serta menghancurkan program nuklir negara tersebut.

Ketegangan ini memicu gejolak pasar energi. Harga minyak yang sempat mendekati US$120 per barel pada awal pekan kemudian stabil di sekitar US$ 90, tetapi kembali naik hampir 5% pada Rabu akibat kekhawatiran gangguan pasokan.

Baca Juga: Selat Hormuz Memanas: Iran Pasang Selusin Ranjau, Harga Minyak Melonjak

Pada saat yang sama, indeks saham utama di Wall Street justru melemah seiring meningkatnya ketidakpastian global.

Konflik juga menyebabkan sejumlah kota dan pelabuhan di kawasan Teluk menjadi sasaran serangan drone dan rudal Iran. Situasi ini mendorong berbagai negara, termasuk Turki dan sejumlah negara di Eropa, untuk menyerukan penghentian perang.

Selat Hormuz terancam blokade

Hingga kini belum ada tanda bahwa kapal dapat melintas dengan aman di Selat Hormuz, jalur pelayaran penting di sepanjang pantai Iran yang menjadi rute sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Juru bicara militer Iran bahkan menyatakan bahwa selat tersebut “tanpa diragukan lagi” berada di bawah kendali Iran.

Kelompok negara maju G7 yang terdiri dari AS, Kanada, Jepang, Italia, Inggris, Jerman, dan Prancis sepakat untuk mempertimbangkan opsi pengawalan kapal agar pelayaran di Teluk dapat kembali berjalan.

Namun sumber menyebut Iran telah menempatkan sekitar selusin ranjau laut di jalur tersebut, sehingga semakin memperumit situasi keamanan di kawasan.

Militer AS juga memperingatkan warga Iran agar menjauhi pelabuhan yang memiliki fasilitas angkatan laut Iran. Pihak militer Iran kemudian membalas dengan peringatan bahwa jika pelabuhan mereka diserang, pusat perdagangan dan ekonomi di kawasan akan menjadi “target yang sah”.

Cadangan minyak global siap dilepas

Di tengah lonjakan harga energi dan tekanan politik menjelang pemilu sela di AS, harga minyak menjadi faktor penting dalam dinamika konflik ini.

IEA yang beranggotakan negara-negara konsumen minyak utama merekomendasikan pelepasan 400 juta barel cadangan minyak strategis untuk menstabilkan harga. Jika dilakukan, langkah ini akan menjadi intervensi terbesar dalam sejarah lembaga tersebut.

Amerika Serikat yang merupakan salah satu pendiri IEA menyatakan akan ikut menyumbang cadangan minyak. Menteri Dalam Negeri AS Doug Burgum mengatakan perusahaan minyak AS juga bersiap meningkatkan produksi sebagai respons terhadap kenaikan harga.

Meski demikian, volume cadangan yang dilepas tetap hanya sebagian kecil dibandingkan pasokan minyak yang biasanya melewati Selat Hormuz.

Pejabat Iran menegaskan bahwa negaranya siap memicu guncangan ekonomi berkepanjangan.

“Bersiaplah menghadapi harga minyak US$ 200 per barel, karena harga minyak bergantung pada keamanan regional yang telah Anda ganggu,” ujar juru bicara militer Iran Ebrahim Zolfaqari dalam pernyataan yang ditujukan kepada Washington.

Ia juga memperingatkan Iran dapat menargetkan bank yang berbisnis dengan AS atau Israel.

Tonton: Jepang Siapkan Rudal Jarak 1.000 Km Dekat China, Ketegangan Asia Timur Meningkat

Serangan kapal dan korban di laut

Di laut, sebuah kapal kargo berbendera Thailand dilaporkan terbakar setelah terkena serangan, memaksa evakuasi awak kapal. Tiga orang dilaporkan hilang dan diduga terjebak di ruang mesin.

Dua kapal lainnya, yakni  kapal kontainer berbendera Jepang dan kapal kargo berbendera Marshall Islands, juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan proyektil.

Dengan insiden tersebut, jumlah kapal dagang yang terkena serangan sejak perang dimulai mencapai 14 kapal.

Mojtaba Khamenei disebut terluka

Di Iran, ribuan warga menghadiri pemakaman para komandan militer yang tewas akibat serangan udara. Mereka membawa peti jenazah serta foto Pemimpin Tertinggi Iran yang tewas, Ali Khamenei, bersama putranya sekaligus penerusnya, Mojtaba Khamenei.

Seorang pejabat Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Mojtaba Khamenei mengalami luka ringan pada awal perang, ketika serangan udara menewaskan ayahnya, ibunya, istrinya, dan salah satu anaknya.

Sejak konflik dimulai, Mojtaba belum muncul di publik atau menyampaikan pernyataan resmi.

Meski Trump sebelumnya menyerukan rakyat Iran untuk bangkit melawan pemerintah, harapan AS dan Israel bahwa pemerintahan ulama di Iran akan runtuh akibat protes publik belum terbukti.

Kepala kepolisian Iran Ahmadreza Radan bahkan memperingatkan bahwa siapa pun yang turun ke jalan akan dianggap sebagai musuh negara.

“Semua pasukan keamanan kami siap bertindak,” tegasnya.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×